Udah lama dipendam
di laptop doank... Hanya coretan iseng seorang gadis yang memimpikan
suatu hari berkolaborasi dengan seorang komikus
leave comment >_<
SPIRIT of HERO
1. Story
Tahun 2045, satu abad kemerdekaan Indonesia, namun bangsa Indonesia saat itu belum menyadari bahwa generasi mudanya bukanlah merdeka, namun justru semakin terjajah. Budaya asing telah mencuci otak generasi muda, membuat mereka melupakan makna nasionalisme. Tak terhitung jumlah generasi muda yang tak lagi mengenal sejarah dan budaya bangsanya. Bahkan diantaranya, banyak yang tewas dikarenakan perpecahan dan pemujaan yang berlebihan terhadap budaya asing.
Demokrasi seolah menjadi “kambing hitam” untuk menghalalkan segala kebebasan yang tidak bertumpu pada azas Pancasila dan budaya bangsa.
Hal-hal tersebut telah melahirkan “Spirit of Hero” yang muncul dari rasa kepiluan dan kesedihan jiwa para pahlawan yang menyaksikan nasib dan moral para generasi muda bangsa yang porak-poranda.
“Spirit of Hero” mengumpulkan jiwa remaja yang telah tewas untuk selanjutnya diseleksi kelayakan hidup mereka. Pada mulanya ratusan jiwa yang berasal dari seluruh belahan Indonesia itu akan mendapatkan ujian teori dan sederhana, namun semakin lama ujian semakin berat dan terpaksa menyisihkan hampir setengah dari jumlahnya. Sisa yang bertahan akan masuk pada ujian praktek, dimana jiwa-jiwa tersebut akan ditempatkan di tiga era secara berurutan yakni, era kerajaan, era kolonialisme, dan era revolusi. Di tiap era mereka harus bertahan hidup untuk dapat melanjutkan misi di era berikutnya. Kelayakan hidup mereka ditentukan oleh semua itu.
2. Apa itu Spirit of Hero ?
Merupakan sosok jiwa yang terlahir dari kepiluan dan kesedihan para arwah pahlawan bangsa yang gugur di tanah air. Ia menjadi semacam pembawa acara sekaligus wasit yang menentukan kelayakan hidup para remaja. Tak memiliki nama yang jelas, maka ia pun diberi sebutan “Spirit of Hero” yang kemudian disingkat menjadi Spiro.
Spiro awalnya muncul dalam sosok pria muda dengan jubah hitam yang menutupi hampir seluruh tubuh dan wajahnya. Namun, pada ujian nantinya ia akan bergonta-ganti kostum sesuai dengan tema ujian yang sedang berlangsung. Misalkan saja saat ujian tertulis, maka ia akan berpenampilan layaknya seorang guru, lengkap dengan kemeja, kacamata, dan penggaris rotannya. Di saat ujian praktek, ia akan berpakaian sesuai era yang sedang diuji. Pada masa kerajaan, ia akan berdandan ala gatot kaca. Pada masa kolonialisme dan revolusi, ia berdandan ala tentara pejuang. Di saat itulah, sosok aslinya terlihat jelas dengan wajahnya yang sadis namun cenderung tampan. Tubuhnya kekar berotot dengan rambut hitamnya yang lebat dan panjang.
Karakternya cenderung santai namun terkadang bisa berubah menjadi kejam, dengan kata-katanya yang pedas dan menyakitkan. Inilah sambutannya kepada seluruh remaja yang mati sia-sia :
“APA KALIAN TAHU BAHWA KALIAN INI SIAPA ? APAKAH SAAT INI KALIAN SEMUA BERTANYA MENGAPA KALIAN BERADA DISINI ? KALIAN SEMUA ADALAH PUTRA DAN PUTRI BANGSA YANG TAK LAYAK HIDUP DI TANAH AIR INI !! KALIAN SEMUA TAK SADAR BAHWA SELAMA INI KALIAN HIDUP DI TANAH PERTUMPAHAN DARAH PARA LELUHUR KALIAN !! KALIAN SEMUA TELAH MENYIA-NYIAKAN PENGORBANAN MEREKA !! KALIAN MEMANG SUDAH SEPANTASNYA MATI !! TAPI JIKA KALIAN SEMUA MERASA MASIH PANTAS UNTUK HIDUP DI TANAH AIR INI, MAKA KALIAN BERHAK MENGIKUTI PERMAINAN INI !!”
Spiro bukanlah manusia ataupun arwah leluhur. Spiro hanyalah spirit yang terlahir dari kepiluan para leluhur yang tewas di medan juang, korban pertumpahan darah dari pembantaian maupun bencana alam. Dia muncul satu kali dalam satu abad untuk melahirkan jiwa-jiwa patriot dan nasionalis generasi muda yang tewas sia-sia. Pada akhir cerita, Spiro mengungkapkan jati dirinya, bahwa ia-lah sosok yang dinamakan Ibu Pertiwi.
3. Generasi Muda yang Tewas SIA-SIA
Generasi muda yang tewas sia-sia ini ada bermacam-macam, mulai dari yang tewasnya absurd sekali sampai yang tragis sekali, namun keseluruhannya dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni :
1. Tewas karena pembunuhan
2. Tewas karena kecelakaan
3. Tewas karena bunuh diri
Dari ketiga kelompok besar itu, akan mendapatkan ujian dan tes yang sama. Namun, remaja yang termasuk dalam golongan ke-3 akan lebih dipersulit rintangannya, karena pada dasarnya, orang yang bunuh diri itu MUTLAK tergolong Generasi Muda yang Tewas SIA-SIA. Jadi, perjuangan mereka untuk kembali hidup mendapatkan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Tiap peserta mendapatkan kesempatan hidup (Nyawa Cadangan) yang hanya mampu digunakan sekali saja dalam permainan. Jika mereka tewas dalam ujian yang sedang ditempuh, maka mereka dapat kembali hidup menggunakan Nyawa Cadangan yang berada pada cincin yang mereka peroleh dalam ujian praktek nantinya. Berbeda dengan mereka yang termasuk golongan ketiga, mereka takkan memiliki kesempatan itu.
Kelompok pertama akan mendapatkan cincin di jari telunjuk sebelah kanan, kelompok kedua pada jari telunjuk sebelah kiri, sementara kelompok ketiga tidak mendapatkan cincin. Cincin tersebut takkan bisa dicabut dan takkan bisa dirusak dengan cara apapun oleh pemiliknya. Karena merusak cincin sama saja dengan bunuh diri. Cincin tersebut hanya bisa dilepaskan dengan bantuan orang lain, atau dalam arti lain, pemiliknya bisa tewas jika cincin itu dicabut oleh orang lain.
Persaingan semakin terlihat disaat para peserta memasuki ujian praktek. Dimana mereka dibagi dalam regu yang terdiri dari tiga orang. Peserta bebas memilih rekan satu regu. Dan tentu saja hal tersebut menyudutkan peserta yang berada dalam kelompok ketiga. Mereka kerap diasingkan dan dianggap tidak berguna karena hanya memiliki satu kali kesempatan hidup. Karena itulah, banyak diantara peserta yang termasuk dalam kelompok ketiga, nekad bertindak apapun demi mempertahankan hidup mereka.
4. Ujian Teori dan Ujian Praktek
Para remaja yang namanya tercantum dalam daftar Generasi Muda yang Tewas SIA-SIA pada awalnya akan berada dalam dimensi yang disebut Zona Inkubasi Waktu. Disanalah untuk pertama kalinya ratusan remaja dari seluruh belahan Nusantara itu akan berkumpul. Seluruh remaja yang tewas sia-sia sejak Masa Reformasi itu untuk pertama kalinya menyaksikan sosok Spiro yang sangat misterius.
Spiro menjelaskan berbagai hal, termasuk alasan bagaimana mereka semua berada disana dan untuk alasan apa mereka berada di tempat itu.
Ujian teori ini terdiri dari pertanyaan-pertanyaan seputar sejarah-kebudayaan, pengetahuan umum, dan dasar-dasar hukum Indonesia. Pada fase ini, para peserta berjuang masing-masing. Namun, yang gagal masih dapat terus mencoba sampai mereka berhasil. Lain halnya dengan ujian praktek yang semakin lama semakin kejam dan kelam……
5. Pemeran Utama
-Dika : berandal, hobinya tawuran, tewas saat umur 15 tahun gara2 dibacok musuhnya saat tawuran antar smp, broken home, orangnya kasar dan gampang naik darah, setia kawan (golongan 1-pembunuhan)
- Andi : weaboo, pemuja segala hal yg berhubungan dgn jepang dan korea, tewas saat umur 17 tahun gara2 terinjak2 penonton di konser band favoritnya, anak orang kaya, pada dasarnya dia adalah pria yang kalem namun berubah ekstrim saat mendengar atau melihat hal2 yang disukainya (golongan 2-kecelakaan)
- Alice : nama aslinya Elis namun ia menulis namanya dengan Alice, ia adalah penggemar berat hal2 yang diterbitkan oleh negara2 barat, tewas saat umur 18 tahun gara2 kecelakaan mobil yang dikendarainya usai party, tipe gadis yang egois dan sombong namun pada dasarnya ia peduli pada rekannya (golongan 2-kecelakaan)
- Alvin : pecandu narkoba, minuman keras, dan barang-barang haram lainnya, tewas karena overdosis pada usianya yang masih belia, 16 tahun, lahir dari hasil hubungan gelap ayahnya, orangnya tak banyak bicara dan penyendiri (golongan 3-bunuh diri)
- Ipul : penggila bola, hobinya bermain bola dan segala hal yang terkait dgn bola, tewas saat umur 14 tahun disaat terjadi kerusuhan antar tim fanatik, orangnya cenderung kikuk (golongan 1-pembunuhan)
Ini adalah beberapa remaja dari tujuh belas remaja yang berhasil bertahan di masa ujian kelayakan hidup. Mereka terlahir kembali menjadi pribadi yang bijak dan tegar, mengasihi teman dan keluarganya, serta mampu berguna di masyarakat.
Bersambung….
hey hey you use my name? and the character is 100% like me.
BalasHapusitu ketidaksengajaan yang fatal
BalasHapussumpah aku jg baru ngeh nih