1-Malam itu, bandara Incheon dipenuhi sesak
oleh kerumunan manusia. Mereka menantikan seorang idola besar yg segera pulang
ke kampung halaman setelah sekian tahun merantau di negeri paman Sam. Ya, idola
ini beruntung memiliki nama yang serupa dgn julukan negeri tsb. Dialah Song
Samdong. Malam itu, Samdong kembali ke korea dgn alasan yg blm jelas, padahal
ia sedang dlm puncak ketenarannya. Setibanya di bandara, Samdong langsung
dikerumuni pers yg sengaja dtg meliput, namun dengan sigap para bodyguard yg
sejak awal mendampingi Samdong itu menghalangi. Di tengah kerumunan itu, tampak
dari kejauhan gerombolan fans wanita yg jg dengan hebohnya menyambut kedatangan
penyanyi papan atas itu.
"Oppa !!! Oppa !!!"
Seru mereka dgn sesekali tertawa kegirangan karena dapat melihat idolanya walau
hanya sepintas.
Samdong menoleh ke arah mereka sambil berharap dapat melihat sosok gadis yg
dirindukannya diantara kerumunan itu.
"OPPAAAA....!!!" para fans itu langsung berteriak histeris sesaat
setelah Samdong menoleh ke arah mereka. Namun, Samdong merasa kecewa, karena ia
tak menemukan sosok Hyemi diantara gadis-gadis itu.
Samdong bergegas masuk ke dalam mobil yang telah menantinya di depan bandara.
2- "Oppa.. Oppa...!!"
Teriakan gadis-gadis itu masih terdengar meski mobil yg dikendarai Samdong
sudah mulai meluncur. Dengan tampang kecewa, Samdong sekali lg menatap ke arah
bandara. Sesosok gadis berambut lurus panjang, mengenakan sweater, melambaikan
tangannya ke arah mobil itu. Samdong terbelalak. "Hyemi-ah!! "
serunya kaget bercampur lega. "Hentikan mobilnya!!"
Namun, sayangnya setelah ia turun dari mobil dan mencari2, ia tak menemukan
sosok gadis pujaannya itu. Sekali lagi dengan kecewa Samdong bergegas masuk ke
dalam mobil. "Mungkin hanya imajinasiku saja" gumamnya.
3- Namun, Samdong tak menyadari bahwa sosok tersebut benar2 Hyemi. "Maaf
Samdong-ah.. Kalau aku muncul disini, kerumunan fans bisa melihat kita dan itu
pasti akan membuat kehebohan besar..." gumam Hyemi sambil tersenyum tipis
lalu beranjak pulang. Sementara itu, di dalam mobil, Samdong menerima email
dari nomor tak dikenal.
"Syukurlah, kulihat kau sehat2 saja.. Aku harap kau masih
mengingatku.."
Samdong hanya menatap heran. Dari siapa email ini? Pikirnya.
Lalu ia pun mencoba menghubungi nomor tsb namun tak ada jawaban. Samdong
semakin penasaran.
Tanpa terasa ia pun akhirnya tiba di hotel. Hari yg melelahkan. Jelas saja,
perjalanan dari amerika ke korea membutuhkan waktu berjam2. Ia merebahkan
tubuhnya di atas kasur empuk di hotel tempatnya menginap. "Ah.. Aku rindu
ibuku.. Pasti dia akan membunuhku setelah ini.." Samdong teringat akan
ibunya. Selama bertahun2 ia tak menghubungi ibunya. Karena selama masa itu, ia
dilarang berhubungan dgn orang2 terdekatnya, tentu saja itu termasuk
keluarganya sendiri. Samdong kembali teringat Hyemi. "Hyemi-ah.. Bagaimana
kbarmu? Apa kau msh mengingatku?" Tiba2 saja Samdong teringat sesuatu. Ia
buru2 bangun dan mengambil handphonenya, dan sekali lg membaca email dr nmr tak
dikenal itu.
4- Samdong tersenyum lebar. Lalu ia
membalas email dari nmr tak dikenal itu.
"Aku selalu sehat berkat doamu, Hyemi-ah.."
Samdong kembali merebahkan tubuhnya dengan tampang bahagia.
Sementara itu di tempat lain, Hyemi terkejut setelah membaca email balasan dari
Samdong. Bagaimana dia bisa tahu ini nomorku? Batin Hyemi.
Samdong membaca email yg baru saja masuk ke handphonenya.
"Bagaimana kau tahu ini email dariku?"
Samdong terbahak2. Lalu ia pun buru2 menelpon Hyemi. Hyemi pun gugup krn ia
sendiri tak menyangka bahwa Samdong bakal mengenalinya hanya dr email singkat
itu. Ditambah kini pria itu tengah menelponnya. Dengan perasaan canggung
setelah sekian lama tidak mengobrol berdua, Hyemi mencoba memberanikan diri
mengangkat telpon dr Samdong.
5- "Y-Yeobose..yo?" jawab Hyemi dari seberang sana. Jelas sekali ia
menampakkan suara gugupnya itu. Hyemi menggerutu tak karuan krn merasa malu
dengan tingkahnya sendiri. Sementara itu, Samdong yg menelpon justru tak
menjawab sepatah kata pun. Hyemi kembali mengulang ucapannya, namun tetap tak
ada jawaban. Hyemi kini mulai kesal. "Ya!! Samdong-ah!! Song
Samdong!!" seru Hyemi. Namun tetap tak ada jawaban. "Ya!!! Apa kau
berniat mempermainkanku sekarang?!! Kau sedang menguji kesabaranku atau apa??!!
Yaaa!!! Kau mau mati ya!! Haiisshh!!" Hyemi pun menutup telpon sambil
marah2 dan menggerutu. "Apa2an dia??!! Kalau aku melihatmu, maka habislah
kau Song Samdong!!!"
Sementara itu, Hyemi tak tahu kalau Samdong sudah tertidur pulas sesaat setelah
Hyemi menjawab telpon sambil berkata "Y-Yeoboseyo?" gugup itu.
6- Samdong tertidur pulas. Setelah bertahun2 tak mendengar suara gadis
pujaannya itu, ia langsung terlelap seakan saat itu ia mendengar nyanyian
Hyemi-Only Hope. Di dalam mimpinya, ia terkenang saat2 pertama kali ia bertemu
Hyemi di kontes menyanyi kota Dambong. Saat itu, dengan pedenya ia naik ke atas
panggung sambil mengenakan jaket dr karung beras yg ia jahit sendiri. Lalu, ia
secara tiba2 jtuh cinta pd Hyemi sjak pndangan pertama, dan tanpa merasa
bersalah ikut menarik Hyemi ke panggung. Ia bernyanyi spt orang kesurupan, dan
menari spt badut kesurupan.
Lalu kenangan2 lainnya jg menyusul. Kirin art school, guru Oh-Hyuk, Jinguk, dan
tmn2 lainnya. Membuatnya tak sabar ingin bertemu mereka smw secepatnya.
7- Keesokan harinya, Samdong tengah
bersiap2 utk mengadakan jumpa pers. Sebelum meninggalkan hotel, ia kembali
memeriksa handphonenya, dan ia baru sadar bahwa td malam ia tertidur sesaat
setelah menghubungi Hyemi. Ia merasa panik. Buru2 ia menghubungi Hyemi, namun
tak ada jawaban.
Mau tak mau, Samdong akhirnya melupakan sejenak permasalahan kecil ini. Ia pun
bergegas menuju gedung yg telah dipersiapkan utk acara jumpa pers itu.
Setibanya disana, Samdong disambut dengan riuh layaknya presiden yg akan
berpidato di dpn rakyat. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan oleh berbagai
kalangan pers.
"Song Samdong-sshi, di tengah puncak ketenaran anda, secara mendadak anda
kembali ke korea, apa yg menjadi alasan anda kembali ke kampung halaman setelah
8 tahun berkarier di amerika?"
Samdong tersenyum simpul. "Haha, saya ini putra korea, wajar saja saya
merindukan kampung halaman saya ini, saya jg manusia biasa, saya mempunyai
keluarga dan teman2 yg sudah lama tidak saya kunjungi. Kalau anda berada di
posisi saya, pasti wajar2 saja kan kalau kembali ke korea?"
Mendengar jawaban bijak spt itu, membuat seisi ruangan itu dipenuhi tawa kagum.
8- Beberapa saat kemudian, acara itu pun berakhir. Wawancara dgn penyanyi papan
atas yg dihadiri oleh byk stasiun tv dan kalangan pers itu berjalan dgn lancar.
"Wah, kau benar2 terlihat lebih bersinar, Samdong-ah" Sesosok pria
bertubuh tinggi tegap tiba2 muncul menghampiri Samdong. Dengan mata terbelalak,
Samdong langsung merangkulnya erat. "Jinguk-ah..!! Hahahaha!!!" seru
Samdong dgn girangnya. Jinguk menepuk2 pundak sahabat lamanya itu.
"Ceritakan padaku apa saja yg terjadi padamu selama delapan tahun ini
disana" ujar Jinguk dengan sesekali tampak menggoda Samdong. "Haha,
apa kau tak punya internet dan sejenisnya? Smw tercantum lengkap disana.."
Jinguk terbahak2. "Kau datang dengan tiba2 begini.. Apa tak apa2?"
tanya Jinguk. "Tentu saja! Aku sudah lama berniat ingin mengunjungi
kalian.. Namun, jadwalku terlalu padat, jd selama disini aku akan bersenang2.."
ujar Samdong santai. "Ah ya, aku dengar kini kau menjadi ikon andalan
White Entertainment.." tambahnya. Jinguk tertawa lebar. "Haha, ya
begitulah.. Ini smw berkat guru Oh Hyuk dan kalian smw..."
Kedua sahabat ini pun bernostalgia sambil menikmati perjalanan. Siang itu,
Samdong dijadwalkan bertemu dgn Ma DuShik, pimpinan White Entertainment. Jinguk
yg menjadi pengantarnya.
9- Setibanya disana, dimulailah nostalgia lama. Ma dushik menawarkan berbagai
job utk Samdong selama ia msh berada di korea. "Hahaha...!!!! Aku dengar
kau akan menghabiskan waktu 6 bulan di korea.. Kenapa sesingkat itu? Kalau kau
bisa mengundur lebih lama maka kau bisa memperoleh tawaran lebih banyak, aku
jamin itu!!" seru Ma dushik dgn suara khasnya yg menggelegar. Namun Samdong
menjelaskan bahwa ia benar2 tak punya banyak waktu dan harus kembali ke amerika
secepatnya. Ma dushik dgn agak kecewa memakluminya. Samdong pun pamit dan
berjanji akan menerima tawaran job sebanyak mungkin untuk menyenangkan hati Ma
dushik. Ma dushik pun cengar-cengir. "Tentu saja!! Aku ini jg punya andil
dlm kesuksesanmu!! Hahaha!!" Kembali tawa menggelegar mengisi ruangan itu.
Jinguk yg menunggu di luar ruangan berbisik pd Samdong, kalau yang ada di
pikiran Ma dushik itu hanya uang, sama spt istrinya. Samdong cukup terkejut
setelah mendengar cerita dr Jinguk bahwa Kakaknya guru Oh Hyuk-lah yg menjadi
istri dari mantan lintah darat itu.
Jinguk pun menanyakan Samdong ttg hubungannya dgn Hyemi. Samdong hanya
tersenyum. "Selama 8 tahun dia msh mengingatku !! Hebat kan? Bahkan entah
bagaimana caranya dia bisa mendapatkan nmr handphone ku" Jinguk terkekeh,
Samdong menatapnya heran. Ia pun akhirnya menyadari sesuatu. "Ah!! Dasar
kau ini !!" seru Samdong. Ternyata Hyemi mendapatkan nmr Samdong dr Jinguk.
"Aku cemburu.." ujar Samdong. "Pasti kau selalu mendampinginya
selama ini.."
10- "Justru aku yg cemburu pd
mu.." ujar Jinguk. Samdong menatapnya serius. "Dulu, saat aku
terpilih menjadi personil grup K, dalam waktu singkat itu, kau menggantikan
posisiku, dan Hyemi pun berpaling padamu, tapi selama 8 tahun ini, aku berusaha
menggantikan posisimu, namun sepertinya itu sia-sia..." ujar Jinguk.
Samdong sedikit kaget mendengar perkataan Jinguk. "Aku percayakan Hyemi
padamu, kau harus berjanji utk membuatnya selalu tersenyum spt saat ini"
ujar Jinguk sambil menatap Samdong dgn serius. Samdong membalas dgn tersenyum
simpul. "Untuk itulah aku kembali kesini" ujar Samdong sambil menepuk
pundak Jinguk. Samdong menanyakan kabar teman2 yg lain. Jinguk menceritakan satu
persatu. Kim pilsuk menjadi guru TK, sementara Jason menjadi pasangan setia yg
selalu mendampinginya. Keduanya selalu tampak mesra. Sedangkan Yoon baekhee
kini menjadi pengajar di Kirin Art School. "Benarkah? Gadis itu mengajar
di Kirin? Aku harap dia bisa menjadi panutan yg baik bagi murid2nya..."
ujar Samdong dgn penuh kesungguhan, sepertinya dia blm bisa seutuhnya
menghilangkan kebenciannya terhadap Baekhee yg dulu selalu membuat Hyemi
menangis.
"Ah! Bagaimana kalau kita adakan reuni saja di Kirin? Pasti sangat menyenangkan
bisa berkumpul spt dulu lg, aku jg ingin bertemu guru Yang Jinman.."
Samdong pun langsung mengiyakan dgn penuh semangat.
11- Maka dibuatlah jadwal untuk keesokan harinya. Ma dushik yg memegang
tanggung jawab terhadap kegiatan Samdong selama di korea, langsung kegirangan
setelah mendengar usulan Jinguk. "Ini akan jd liputan utama besok!!!"
seru Ma dushik seraya menghubungi istrinya untuk meliput jadwal kegiatan
Samdong esok hari di Kirin. Terdengar tawa kegirangan kakak guru Oh Hyuk dr
telpon Ma dushik.
Sore itu, Samdong sekali lg mencoba menghubungi Hyemi. Namun Hyemi tak kunjung
mengangkat telpon. Samdong pun merasa panik. Lalu, tiba2 saja telpon Samdong
berdering. Lg2 nmr yg tak dikenal. Samdong mengangkat telpon dgn ragu2.
"Ya!! Samdong-ah...!! Kau bnr2 anak durhaka!!" Samdong terkejut
mendengar suara ibunya yg ternyata menelpon. "Omma..!!" seru Samdong.
"Aigoo... Bagaimana bisa kau lupa menelponku setibanya di korea..? Aku
maklumi kau sibuk di amerika, tp kau seharusnya tak boleh begini pd ibumu
sendiri... Aigoo..!!!" Samdong mulai menangis. Ibunya mendengar suara
sesunggukan Samdong. "Aigoo.. Kalau kau menyesal jgn hanya menangis saja,
cepat datang kemari, ada yg ingin ibu perkenalkan padamu...! Hei..!!" Lalu
ibunya menutup telpon dengan tiba2. Dalam hatinya, Samdong bersyukur ibunya
sehat2 saja namun ia kini merasa heran knp tiba2 saja ibunya mematikan telpon.
12- Kemudian sore itu, Samdong pun bergegas
menuju kediaman ibunya. Selama perjalanan menuju rumah tsb, ia melihat byk
perubahan pd kota kelahirannya itu. Sudah byk mall dan apartemen yg didirikan
disekitarnya. Bahkan ia sempat tak mengenali rumahnya sendiri yg kini tampak
berbeda sekali dgn terakhir kali ia kunjungi. Dengan dikawal oleh bbrp
bodyguard Samdong yg berjaga2 di luar rmh ibunya.
"Samdong-ah...!!!" seru ibunya dan langsung memeluk erat putranya
itu. Samdong membalas pelukan ibunya sambil berusaha menahan tangisnya.
"Aku sgt merindukanmu.." ujar ibunya seraya melepas pelukan itu
perlahan. Diperhatikannya baik2 wajah putranya itu. "Aigoo.. Putraku sudah
berubah jd tampan begini.." ujar ibunya. "Omma, aku dari dulu memang
sudah tampan, kan?" Samdong memasang wajah manja di hadapan ibunya.
"Hahaha.. Benar jg, kalau tidak, mana mungkin Go Hyemi bisa tergila2
padamu.." Samdong tertawa terbahak2. "Ya, tentu saja ! Haha.."
"Tapi apa yg sebenarnya terjadi? Knp dia td langsung pulang begitu
mendengar aku menyuruhmu kemari? Apa kalian bertengkar?" tanya ibu Samdong
dgn wajah kecewa, ia terus menerus mengomeli putranya itu. Samdong hanya terdiam.
"Hye-Hyemi td dtg kesini?!" seru Samdong kaget. Ibunya mengangguk.
"Ya, tentu saja!! Kalau tidak begitu, bagaimana aku bisa menghubungimu?
Aku saja tak tahu nmr handphone mu..."
Hyemi td kesini? Dia langsung pulang, apa mgkn dia bnr2 marah krn masalah
telpon saat malam itu? Gumam Samdong.
13- "Aigoo...!! Knp kau malah diam saja? Aku ingin kau cepat2 menikahi
anak itu, aku sudah terlanjur menyukainya!" ujar ibu Samdong. "Hampir
setiap bulan dia sengaja mengunjungiku hanya untuk mengecek keadaanku. Kau tahu
kan, aku ini sudah tua, untunglah anak itu selalu bisa kuandalkan..."
Mendengar cerita ibunya, Samdong kini merasa ingin secepatnya bertemu dgn
Hyemi. Ternyata Hyemi sudah menjaga ibunya dgn baik selama ia di amerika.
"Ah, ya.. Tentang telingamu, bagaimana keadaannya skrg? Aku sgt
mencemaskanmu" ujar ibunya. Samdong pun menjelaskan bahwa keadaannya baik2
saja, ia sudah bisa mengatasinya.
Beberapa jam kemudian Samdong pamit pulang. Ibunya tampak kecewa krn ia
berharap Samdong mau menginap utk malam itu di rumahnya. "Aku sengaja
menggunakan uang yg kau kirim padaku selama ini untuk merenovasi rmh ini agar
kalau kau pulang nantinya bisa nyaman beristirahat disini... Aigoo.."
Dengan perlahan Samdong menjelaskan kalau jadwalnya saat ini sudah penuh, ia
berjanji akan mengunjungi ibunya kembali bila ada waktu. Di dalam mobil,
Samdong menerima telpon dari Jinguk. Ia mengabarkan kalau acara reuni di Kirin
sudah diatur sesuai rencana. Akan ada liputan dari stasiun tv dari pagi sampai
siang harinya. Sisa waktunya mereka bebas melakukan apapun di sekolah itu.
"Lalu, apa teman2 lain sudah mengkonfirmasi?" tanya Samdong.
"Hyemi saja yg blm membalas email. Berkali2 ditelpon tp dia tidak
menjawab" jawab Jinguk. Samdong mulai merasa takut kalau Hyemi bnr2 marah
padanya.
14- Sementara itu di Kirin Art School,
Baekhee amat senang mendengar kabar dr Jinguk bahwa Samdong besok akan
berkunjung ke Kirin. Buru2 ia menelpon Hyemi."Hyemi-ah !!" seru
Baekhee. Hyemi hanya membalas sapaan Baekhee seadanya. "Teman lama kita,
Song Samdong, besok akan berkunjung ke Kirin, aku penasaran, apakah dia msh
sama spt Samdong yg dulu kita kenal. Mdh2n saja dia tdk byk berubah" ujar
Baekhee. Hyemi menjawab sekenanya "Ya, mdh2n saja". Lalu Baekhee
bertanya apakah Hyemi besok bisa meluangkan waktu utk berkunjung ke Kirin.
Semua teman lama akan berkumpul disana. Hyemi tak menjawab apa2. Baekhee sekali
lg bertanya apakah Hyemi akan dtg ke acara tsb. "Lihat saja nanti"
jawab Hyemi. Baekhee tersenyum lega. "Hyemi-ah, sudah 8 tahun kalian tdk
bertemu, kali ini kau harus menemuinya, janji?" ujar Baekhee seraya
meninggikan suaranya. "Aku tahu kau pasti sgt menanti2kan saat
ini..." Hyemi langsung menutup telponnya. Baekhee terus mengoceh sampai
akhirnya ia sadar kalau telponnya sudah diputus. "Dasar gadis ini!"
gerutu Baekhee, lalu ia tersenyum. Tampaknya mereka sudah mengetahui hubungan
Hyemi dan Samdong.
Begitupun Kim Pilsuk dan Jason, keduanya begitu antusias setelah Jinguk
mengabari mereka besok Samdong akan datang ke Kirin. Setelah mendapat kabar dr
kakaknya, Guru Oh Hyuk pun tak sabar ingin segera berkumpul bersama murid2nya
itu.
"Akhirnya mereka smw bsa berkumpul lg" ujarnya pd istrinya, Kyungjin.
"Ya, aku pun tak sabar ingin melihat anak2 itu lg spt dulu"
15- Sementara itu, guru Yang Jinman diam2 berbelanja di mall. "Aku tak mau
terlihat tambah tua" ujarnya sambil memilah-milih pakaian yg akan
dikenakannya besok.
Keesokan harinya, Samdong tengah bersiap2 menuju Kirin. Jinguk menjemputnya.
Entah sejak kpn, rasanya Jinguk bnr2 menjadi pengawalnya. Samdong hanya
menikmati perlakuan itu.
"Knp kau senyum2 begitu? Apa skrg aku terlihat spt anak itik yg sdg
mengikuti induknya?" tanya Jinguk sambil memukul bahu sahabatnya itu.
Samdong terkekeh2. Beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya tiba di Kirin.
Rombongan Samdong dan pengawalnya berusaha membuka jalan yg dipadati oleh
gerombolan fans. "OPPAAA...!! OPPAAA..!!" seru murid2 itu. Stasiun tv
ikut mengabadikan momentum tsb. Tampak dr kejauhan, kakak guru Oh Hyuk
melambaikan tgn ke arah rombongan pengantar Samdong dan Jinguk. Lalu mereka
buru2 memasuki ruangan yg telah disediakan. Di dalam ruangan itu, Ma dushik
sudah menunggu beserta guru Oh Hyuk, Kyung Jin dan Jinman. Sontak mereka
langsung menyerbu Samdong. Samdong pun dengan penuh haru membalas pelukan guru2nya
itu. "Aigoo... Anak ini, kelihatannya kau sgt betah di amerika sampai2 kau
lp memberi kabar.." ujar Oh Hyuk. Samdong hanya terkekeh, lalu dia
menjelaskan alasan mengapa ia tak bisa menghubungi mereka. "Keterlaluan
sekali manajemen amerika, bahkan menghubungi keluarga pun tak diizinkan?"
ujar Kyungjin menambahkan. Sementara tatapan Samdong tertuju pada guru Yang
Jinman yg berdandan sedikit nyentrik.
16- Lalu Ma dushik pun memisahkan keempatnya. "Baiklah, baiklah, sudah
cukup melepas rindu, sekarang kita kembali bekerja" ujarnya. Lalu Samdong
pun mengikuti instruksi dr Jinguk. Mereka berdua masuk melalui pintu belakang.
Ternyata acara reuni itu digabungkan dgn showcase di Kirin. Di panggung
terlihat bbrp murid yg sedang bernyanyi bersama Pilsuk dan Jason. Samdong
mendapatkan tempat duduk paling depan diantara para tamu yg dtg. Setelah
Samdong tiba, riuh penonton langsung mengisi aula tsb. Smw pandangan tertuju pd
sosoknya. Jung Ah Jung yg menjadi host acara mempersilakan Samdong utk naik ke
atas panggung memberikan sambutan. Pilsuk dan Jason sempat memeluk Samdong
sesaat sblm turun ke belakang panggung. "Kami tunggu di belakang
panggung" bisik Jason. Samdong mengedipkan matanya.
17- Samdong pun bersiap memberi sambutan
dan langsung disambut riuh penonton. Tak ketinggalan kakak guru Oh Hyuk yg
langsung memberi instruksi utk menyorot Samdong sedetail mgkn, kameraman-nya
langsung mengubah tampilan zoom sehingga wajah Samdong terpampang jelas di
kamera. "Saya bangga pernah menjadi bagian dr Kirin, disinilah saya dan
tmn2 saling bertemu, kami sama2 memiliki mimpi yg sama namun rintangannya
berbeda2, saya bersyukur mendapatkan tmn2 yg baik dan guru2 yg hebat, saya
harap kalian menjadikan Kirin sbg kenangan indah" ujar Samdong. Seusainya,
Samdong diminta utk menjadi komentator showcase tsb. Samdong mengatakan kalau
Kirin berhasil menciptakan calon2 superstar.
Showcase tsb pun berakhir bbrp jam setelahnya. Samdong dan rombongannya segera
menuju ruangan dmn teman2nya sdg menunggu.
Setibanya Samdong disana, lagi2 ia diserbu, kali ini oleh teman2 lamanya.
Baekhee, Jason, dan Pilsuk langsung menyodorkan tgn ke atas.
"High Five !!" seru Samdong girang. Jinguk ikut bergabung lalu
kelimanya saling melakukan high five. Guru Oh Hyuk dan yg lainnya tertawa
menyaksikan mereka. "Hyemi blm dtg?" tanya Pilsuk. Samdong
mengalihkan pandangannya ke penjuru ruangan. Guru Oh Hyuk mencoba menghibur
Samdong dgn memperkenalkan putranya pd Samdong. Tiba2 saja kakak guru Oh Hyuk
muncul sambil menunjukkan foto putrinya. "Lihat! Dibandingkan putramu,
putriku 1000x lebih menggemaskan"
18- Sementara itu, Baekhee tiba2 menghilang entah kmn. Ternyata ia sedang
bersembunyi di toilet, mencoba menghubungi Hyemi. Namun Hyemi tak kunjung
mengangkat telpon. Baekhee tak kehilangan ide. "Ya!! Hyemi-ah!! Kau
dimana?? Kau harus bertemu dgnnya skrg !!" Baekhee mengirimkan email ke
handphone Hyemi. Tak lama kemudian Hyemi membalas email tsb,
"Baiklah". Sementara itu, Samdong mulai merasa kecewa krn Hyemi blm
jg tiba. Handphone Samdong berdering. "Ya!! Song Samdong, aku tunggu kau
di taman fantasi !!"
Hyemi-ah? Gumam Samdong, kaget. Tanpa pikir panjang ia langsung bergegas pergi.
Teman2nya memandang heran. "Samdong-ah!! Kau mau kmn?" seru Baekhee.
Namun, Samdong tak menghiraukannya.
Setibanya di taman fantasi, Samdong yg mengenakan topi kupluk dan jaket itu
langsung menghubungi Hyemi. Hyemi menjelaskan bahwa ada satu tempat yg ingin ia
datangi berdua dengan Samdong. Lalu Samdong mengingatkan bahwa tempat itu harus
jauh dr keramaian. Hyemi mengiyakan. Tempat itu nyaman utk berbincang lama.
Hyemi mengiyakan. Dalam hatinya, Samdong bertanya2 memangnya ada tempat spt itu
di taman fantasi? Mata Samdong melirik ke wahana rumah hantu. Ia menyangka
disanalah Hyemi menunggunya. Namun, tiba2 saja pandangannya tertuju pd wahana
bianglala yg langsung saja mengingatkannya pd sesuatu. Terbesit di ingatannya
pd suatu kejadian yg prnh membuatnya sgt kecewa dan sakit hati. "Ya!
Mr.K!"
Samdong kaget, tiba2 saja Hyemi muncul menepuk bahu Samdong dr belakang.
Samdong tertawa menyaksikan keduanya mencoba menghibur dirinya.
19- "Kau sdg memperhatikan apa?"
tanya Hyemi heran sambil mengarahkan pandangannya ke arah bianglala raksasa
itu. Samdong kini menatapnya penuh rasa rindu. "Bagaimana kau tahu kalau
aku akan mengajakmu naik itu?" tanya Hyemi sambil menunjuk ke arah
bianglala. Samdong tak sempat mendengar pertanyaan Hyemi, krn ia keburu
memeluknya erat. "Ya!! Song Samdong!!" seru Hyemi kaget bercampur
malu. Namun Samdong tak mempedulikannya. Hyemi menyadari bahwa Samdong tengah
berusaha menahan tangis. Dasar cengeng, gumam Hyemi seraya membalas pelukannya.
Hyemi menarik lengan Samdong menuju bianglala. Samdong kaget ketika ia
menyadari bahwa tempat yg dimaksud Hyemi itu adalah bianglala. Hyemi heran
melihat Samdong yg awalnya tampak ragu menaiki wahana tsb.
"Apa kau takut ketinggian?" tanya Hyemi ketika keduanya sudah berada
di atas bianglala tsb. Samdong menggeleng. Hyemi menceritakan kalau dulu ia
pernah naik wahana tsb bersama seorang teman. "Kami bercerita byk hal dan
rasanya spt berada di dunia yg hanya milik kami saja" ujar Hyemi. Samdong
menambahkan kalau mlm itu keduanya bahkan tak menghiraukan sekitar. Hyemi
tertawa mengiyakan, namun ia tersadar bagaimana Samdong tahu kalau ia naik
wahana tsb pd mlm hari. "Malam itu, aku jg awalnya berniat utk mengajakmu,
tp aku kalah cepat dibanding Jinguk" ujar Samdong sambil tersenyum kecut.
Hyemi kaget. Ia tak menyangka bahwa Samdong melihatnya pd mlm itu bersama
Jinguk.
20- "Samdong-ah.." Hyemi merasa menyesal krn tak menyadari bahwa
Samdong telah melihatnya bersama Jinguk pd mlm itu. "Sepulang dr Jepang,
aku baru tahu bahwa telingaku bermasalah. Aku merasa kehilangan kedua hal itu
pd saat bersamaan, cinta dan mimpi, keduanya pupus begitu saja" ujar
Samdong, sambil memalingkan wajahnya dr Hyemi yg menatap Samdong dgn mata
berkaca2. Jd inilah alasan knp sikapnya berubah drastis pd saat itu, batin
Hyemi. "Maafkan aku" ujar Hyemi sesunggukan. Samdong mengelus pipi
Hyemi. "Namun, aku bersyukur dapat melalui cobaan terberat itu, krn
akhirnya kau berada di sisiku" ujar Samdong. Tangis Hyemi tumpah seketika
setelah mendengar perkataan Samdong. Ia bnr2 bersyukur Samdong kini berada di
sampingnya. Sore itu, keduanya menghabiskan waktu utk berbagi cerita yg terjadi
selama 8 tahun terakhir.
"Terima ksh utk 8 thn ini, kau menjaga ibu q dgn baik" ujar Samdong.
"Itu sudah sewajarnya" jawab Hyemi sambil membuang muka, ia merasa
malu. Samdong bertanya knp saat itu Hyemi tak menjawab telponnya. Hyemi jg
menghindarinya dan tak ingin bertemu dgnnya saat di rmh ibunya. Hyemi hanya
terdiam. Samdong menatap tajam sambil menanti jawaban Hyemi, penuh harap.
"A-Aku pun tak tahu, tiba2 ingin kabur saja rasanya" Hyemi menunduk
malu. Samdong msh tak mengerti. Ia terus menerus bertanya pd Hyemi apa alasan
dia kabur begitu. Hyemi mulai kesal. "Tiba2 muncul begitu setelah 8 thn,
apa yg harus kulakukan? Untuk dtg kesini pun aku sudah berperang melawan diri
sendiri !"
21- Samdong kaget mendengar teriakan Hyemi.
Ia berpikir sejenak. "Kau malu bertemu dgn ku?" tanya Samdong. Hyemi hanya
diam saja meskipun Samdong berkali2 bertanya padanya. Ternyata begitu, dia
bukan marah padaku, batin Samdong sambil tersenyum2 sendiri. Hyemi tetap diam
dlm gugup. "Ba-bagaimana kau tahu kalau mlm itu akulah yg mengirim email
di handphonemu?" tanya Hyemi gugup. Samdong tersenyum lalu menjelaskan
bahwa ia adalah org yg paling memahami Hyemi dibanding siapapun. Hyemi
tertegun. "Lalu, kalau saat itu kau yg dtg ke rmh ibuku, itu artinya
seseorang yg ingin diperkenalkannya pd ku itu kau kan, Hyemi-ah?" tanya
Samdong. Hyemi terdiam.
"Mana kutahu" jawab Hyemi gugup sambil membuang muka. Samdong
cengar-cengir saja melihat reaksinya. "Ibuku mendesakku supaya cepat2
menikahimu"
BRAK!
Samdong terbelalak melihat reaksi Hyemi yg langsung terjatuh dr tempat duduk.
Hyemi menatap Samdong dgn gugup, namun dgn segera ia kembali membuang muka.
Dalam hatinya, Hyemi bnr2 terkejut setengah mati. "He-Hei.. Cepat duduk,
disini jd miring sebelah!!" seru Samdong berteriak ketakutan krn gondola
mereka jd tdk seimbang.
Samdong membantu Hyemi berdiri perlahan namun tiba2 saja ia memeluk Hyemi.
Tentu saja tingkahnya itu langsung membuat Hyemi gugup setengah mati. "Aku
akan segera kembali ke amerika, aku menunggu jawabanmu sebelum saat itu
tiba" ujar Samdong.
22- Hyemi kaget mendengar perkataan Samdong, spontan ia melepas pelukan itu.
"Ja-jadi kau akan kembali kesana?" tanya Hyemi kecewa. Hyemi
menyangka bahwa Samdong akan seterusnya berada di korea. Samdong mengangguk
perlahan. Hyemi tersenyum kecut. Malam semakin larut, Samdong mengantar Hyemi
pulang. Setibanya di rumah, Hyemi langsung membaringkan tubuhnya di sofa.
Hyesung memperhatikan gelagat Hyemi yg agak berbeda. "Bagaimana ini?"
gumam Hyemi. Hyesung menanyakan apa yg terjadi pd Hyemi. "Rasanya spt
dilamar saja, ah itu tdk mgkn, tdk mgkn!!" Hyemi berteriak2 tak jelas
sambil mengacak2 rambutnya dan sesekali menepuk2 pipinya. "Heeeee??
Dilamar? Dilamar siapa?" tanya Hyesung kaget. Hyemi tak mempedulikan
Hyesung. "Tapi dia jg akan segera kembali kesana, aaaakh!! Apa yg harus
kulakukaaaaan?!" Hyemi berteriak2 tak karuan melampiaskan keresahannya.
Hyesung mundur perlahan menghindari sasaran amukan Hyemi.
Bagaimana ini? Batin Hyemi. Ia merasa bingung. Di satu sisi, ia tidak ingin
kehilangan Samdong, namun di sisi lain ia tak siap meninggalkan korea.
Malam itu, Samdong tak bisa tidur dgn tenang. Ia mencemaskan Hyemi. Handphone
Samdong berdering, ternyata Jinguk menelponnya dan bertanya knp Samdong tiba2
meninggalkan acara tsb. Samdong mengatakan bahwa ada seseorang yg mendadak
ingin ditemuinya. Jinguk langsung menerka bahwa yg dimaksud adalah Hyemi.
Samdong mengiyakan. "Sampai kpn kalian bertemu diam2 begitu? Kami smw
sudah tahu ttg hubungan kalian, tenang saja" ujar Jinguk.
23- Samdong kaget. Ia tak menyangka bahwa teman2nya itu sudah tahu dari dulu.
"Tenang
saja, kami akan membantumu menangani gadis itu" ujar Jinguk
menyemangati. Jinguk mengingatkan kalau Hyemi adalah tipe gadis yg keras
kepala dan mudah stres. Jd ia meminta Samdong utk sabar menghadapinya.
"Kalau kita memperlakukannya dgn sabar, gadis itu mampu menunjukkan isi
hatinya. Satu hal lg, dia tipe gadis yg harus diberi sedikit paksaan,
barulah ia akan menyadari apa yg bnr2 diinginkannya" ujar Jinguk
menambahkan. Jinguk sudah paham maksud kedatangan Samdong ke korea.
Pastinya utk menjemput Hyemi kembali ke amerika bersamanya. Namun yg
mereka pusingkan adalah bagaimana cara membujuk Hyemi agar bersedia ikut
kesana.
Di kantor Ma Dushik, terlihat seorang gadis bule sdg bercengkerama dgn presdir White Entertainment itu.
"Kaya...
Hahaha.. I'm really happy, you know? I've been waiting for you" ujar Ma
Dushik. "I have a great job for you to do, i'm really really need you
for this..."
Gadis itu hanya tersenyum2 anggun. "He'll be arrived
soon" ujar Ma dushik. Tiba2 pintu terbuka, lalu muncullah Samdong yg
langsung terperangah setelah melihat gadis itu sdg duduk di ruangan Ma
dushik. Gadis itu langsung sumringah dan memeluk Samdong.
"Wa-wait!!
What are you doing here, Kaya?! How did you.." Tiba2 gadis itu menutup
bibir Samdong dgn jari telunjuknya. "Stop! Aku mengerti bahasa korea!"
Samdong heran mendengar gadis bule itu bisa berbahasa
korea.
24- Pada saat bersamaan, Jinguk kaget melihat seorang gadis bule sdg
menempel2 di dekat Samdong. Samdong risih, dan menjauh sedikit demi
sedikit.
"Gadis ini adalah Kaya Schodelario, top model asal inggris.
Kaya dan Samdong-sshi sudah berkali2 dipasangkan sbg ikon CF berbagai
produk komersil amerika. Krn itulah, mereka terlihat sgt akrab, bukankah
begitu, Jinguk-ah?" Ma dushik menceritakan sambil terbahak2.
"Sepertinya gadis ini sengaja menyusul Samdong-sshi ke korea, bukankah
ini berpotensi menjadi hot news dlm satu bulan terakhir?" bisik Ma
dushik pd Jinguk. Jinguk mengiyakan dgn ragu sambil melirik Samdong yg
terlihat risih di samping Kaya.
Sebelum pertemuan itu berakhir, Kaya menghampiri Samdong.
"Aku
tahu apa tujuanmu dtg ke korea" bisik Kaya. Samdong mengerutkan
alisnya. Kaya menambahkan kalau Samdong kelak harus membalas
kebaikannya. Samdong menanyakan maksud kedatangan Kaya ke korea yg tiba2
spt itu. Kaya menjawab kalau ia dtg hanya utk mengunjungi korea. Namun
Samdong ttp merasa ada yg mencurigakan.
25- Berbulan2 kemudian, dlm sekejap Samdong dan Kaya menjadi top model
CF di korea. Mereka berkali2 dipasangkan, sampai2 muncul gosip hubungan
asmara di antara keduanya. Samdong gerah dgn smw pemberitaan yg selalu
dikaitkan antara dirinya dgn Kaya. Sementara Kaya tetap menanggapi smw
pemberitaan itu dgn santai. Malah ia terkadang memberi jawaban yg
seakan2 mengiyakan pemberitaan2 tsb.
Samdong pun akhirnya tak tahan lg dan dtg menegur Kaya. Sedangkan Kaya berkilah, bahwa situasi spt ini malah semakin bagus.
Bagus
apanya? Gerutu Samdong dlm hatinya. Ia mencemaskan perasaan Hyemi. Dan,
benar saja. Hyemi selalu melampiaskan amarahnya saat di pertunjukan
konsernya. Sehingga penampilannya penuh emosi negatif dan itu berdampak
pd reaksi penonton yg tak betah berlama2 mendengarkan nyanyiannya. Hyemi
sudah berkali2 ditegur oleh pelatih vokalnya, namun tetap saja ia
kembali berulah di atas panggung. Pernah suatu ketika, ia sengaja
menjatuhkan micnya saat melihat seorang penonton membaca majalah yg
cover depannya berisi gambar Samdong dan Kaya Schodelario. Semakin hari
emosinya semakin memuncak saja.
Dlm sekejap, permasalahan Hyemi
terdengar oleh Samdong dan itu membuatnya semakin mencemaskan Hyemi.
Malam itu, ia pun memutuskan utk menelpon Hyemi. Namun, lagi2 Hyemi tak
menjawab telponnya. Samdong tambah panik. Ia kemudian menghubungi Pilsuk
dan meminta bantuan darinya utk mengecek keadaan Hyemi.
"Tenang saja, itu takkan berlangsung lama" ujar Pilsuk mencoba menenangkan Samdong.
26- Esoknya, sesuai permintaan Samdong, Pilsuk bergegas menuju kediaman
Hyemi. Jason mengingatkan kekasihnya itu utk berhati2 menghadapi Hyemi
yg sedang galau. Pilsuk hanya tersenyum santai seraya mengacungkan jari
'ok' khasnya itu.
Hyemi tampak murung, meski Pilsuk mencoba
menceritakan hal2 lucu pdnya. Namun Pilsuk tak kehabisan akal. Ia
menyetel tv dan secara bersamaan muncul tayangan iklan komersil yg
menayangkan Samdong dan Kaya sdg duduk berdua menikmati kopi hangat.
Hyemi geram dan langsung mematikan tv. Bahkan ia melempar remotenya ke
sembarang arah.
"Hyemi-ah.. Ada apa dgnmu?" Pilsuk berpura2 tak memahami situasi.
"Bukan apa2 kok" Hyemi berkilah. Pilsuk mengangkat alisnya pertanda ia menemukan ide baru.
"Samdong
terlihat sgt dekat dgn gadis itu, ya kan?" Pilsuk berusaha memancing
reaksi Hyemi. Hyemi menatap Pilsuk tajam. "Menurutmu begitu?" tanya
Hyemi kesal. "Ya itu wajar sajalah, Samdong-ah hanya menghabiskan waktu
bbrp thn bersama dream high, sedangkan ia menghabiskan waktu selama 8
thn berada di amerika, pastinya hubungan mereka sgt dekat, bukankah
begitu?" ujar Pilsuk memanas2kan situasi. Hyemi tambah geram dan melotot
ke arah Pilsuk. Apanya yg sgt dekat?? Gadis yg dilamar Samdong itu
adalah aku! Bukan gadis bule kurus itu!! Selama 8 thn ini dia jelas2
merindukanku!! Hyemi menggerutu kesal dalam hatinya. Dan dalam sekejap,
Hyemi mampu mengubah ekspresi wajahnya menjadi ekspresi dingin khasnya
itu.
"Pilsuk-ah, aku punya satu permintaan" ujar Hyemi.
27- Pilsuk kaget mendengar permintaan Hyemi yg menurutnya sgt tak masuk akal.
"Ya, aku ingin kau membantuku utk ini"
Hyemi
meminta bantuan Pilsuk utk mengarang sebuah lagu bertema percintaan utk
dibawakan Hyemi pd pertunjukan berikutnya. "Dan kau ingin menyanyikan
lagu ini berdua dgn Jinguk-ah??" seru Pilsuk kaget. Hyemi mengangguk.
"Memangnya knp? Bukankah kami sgt dekat? Tak masalah kan?"
Anak ini benar2 keras kepala, batin Pilsuk.
Beberapa
minggu setelahnya, Hyemi tampil bersama Jinguk membawakan lagu karya
Pilsuk. Namun sayangnya, chemistry yg muncul diantara keduanya tak
sesempurna yg diharapkan Hyemi. Itu dikarenakan Jinguk yg sudah tak
memiliki rasa apa2 pd Hyemi. Hyemi pun menyadari penampilan mereka tdk
sempurna. Namun, penonton justru bertepuk tgn dgn riuhnya. Aneh sekali,
apa mereka bnr2 menikmati lagu td? Batin Hyemi.
"Jinguk-ah, maaf
sudah merepotkanmu" ujar Hyemi. Jinguk malah berkata kalau ini dia
lakukan demi Hyemi. Demi aku? Lalu knp td dia tdk meresapi makna lagunya
dan terus bernyanyi spt membaca pidato begitu? Gerutu Hyemi dalam hati.
"Tp
apa tdk apa2 kita spt itu? Kalau Samdong-ah melihatnya, dia pasti
cemburu" ujar Jinguk. "Biarkan saja" jawab Hyemi. Memang itu tujuanku!
Batin Hyemi.
Sementara itu di tempat lain, Samdong baru mendapatkan
kabar kalau Hyemi dan Jinguk tampil duet bersama dan menyanyikan lagu
percintaan pula! Samdong berusaha menenangkan diri terlebih dulu, ia
lalu menghubungi Hyemi utk mengkonfirmasi kebenarannya.
28- "Iya
itu benar, memangnya knp?" Hyemi menanggapi pertanyaan Samdong dgn
ketus. Samdong tak mampu berkata2 ia berusaha menahan kekesalannya.
"Tapi knp harus dgn Jinguk-ah?" tanya Samdong. "Lalu apa masalahnya?
Kami kan sgt dekat" Hyemi berkomentar dingin. "Tp kan tdk harus sampai
spt itu!" seru Samdong kesal. "Ya!! Knp kau kesal begitu? Aku tdk prnh
mengomentari kedekatanmu dgn gadis model itu!" Samdong berada pd puncak
kekesalannya. Ia langsung menutup telponnya. "Ya! Ya!! Samdong-ah! Song
Samdong!!" seru Hyemi kesal.
Keduanya malah bertengkar gara2 ulah masing2.
29- Samdong merasa kesal sekaligus kecewa pd Hyemi. Ia bertahun2 menanti
kesempatan utk tampil berdua bersama Hyemi di panggung spt yg prnh
terjadi saat showcase palsu di Kirin. Namun, Hyemi justru mengajak
Jinguk. Samdong merasa cemburu.
Lalu ia pun menghubungi Jinguk utk bertanya knp sahabatnya itu tak memahami perasaannya.
"Ini
demi Hyemi. Hanya tinggal menunggu waktu saja" ujar Jinguk. Samdong tak
mengerti maksud perkataan Jinguk. "Kau harus sabar, reaksinya bnr2
sesuai dugaan kami" ujar Jinguk menambahkan. Ia menjelaskan bahwa Hyemi
bertindak bodoh begitu krn ia cemburu. Hyemi ingin membuat Samdong jg
merasakan hal yg sama spt yg dirasakannya. "Benarkah dia melakukannya
utk itu?" Samdong msh tak percaya. Namun Jinguk mengatakan kalau dia
berani menjaminnya. Sementara itu di tempat lain, Hyemi malah
melampiaskan emosinya pd Pilsuk. "Haiiissh!! Knp justru aku jd ikut2n
kesal begini!" Hyemi mengacak2 rambutnya.
"Hyemi-ah, sebenarnya kau
merasa kesal atau menyesal?" tanya Pilsuk. "Keduanya!!" Hyemi menjawab
spontan. Pilsuk menasihatinya agar tidak gegabah. Hyemi sudah bertindak
keterlaluan. Namun Hyemi tetap menyalahkan Samdong yg membuatnya kesal
duluan, dgn begitu ini impas. Pilsuk hanya menggeleng2kan kepalanya
mendengar alasan Hyemi yg menurutnya sgt kekanakan.
"Kalau kesal, jgn lampiaskan pd Samdong-ah, tp langsung temui gadis bule itu!"
Saran Pilsuk langsung terserap dalam benak Hyemi. Ia pun bertekad utk menemui gadis bule itu, tp dia tak tahu bagaimana caranya.
30- Sore itu, Hyemi mengunjungi rumah ibu Samdong. Ia berniat utk
mendapatkan dukungan. "Hyemi-ah!" seru ibu Samdong dengan gembiranya
menyambut Hyemi. Ia bersyukur Hyemi msh menyempatkan waktu
mengunjunginya. "Aku sudah menduganya! Kau tidak akan terpengaruh dgn
gosip2 itu!"
Hyemi tersenyum kecut. Sebaliknya, justru dia termakan
gosip2 itu. "Aigoo... Anak itu pasti sgt mencemaskanmu sekarang ini, smw
gosip itu bnr2 membuatku khawatir dgn hubungan kalian. Aku harap kau
mampu memahami posisinya saat ini" ujar ibu Samdong sambil menepuk2 paha
Hyemi. "Anak itu saat ini bnr2 menjadi sasaran empuk pemberitaan, aku
yakin dia tak spt yg diberitakan. Ada kalanya pemikiran org lain tak
sama spt yg kita pikirkan. Spt saat anak itu berpikir kalau aku tak
menyukai musik, sehingga dia pun diam2 menyembunyikan bakatnya. Padahal
kenyataannya, aku jg saaaangat menyukai musik. Jd ingatlah kalau kita
tak boleh menilai dr penilaian luar saja" Entah knp, Hyemi seakan
mendapat tamparan dr apa yg baru saja dikatakan oleh ibu Samdong. Itu
benar, batin Hyemi. Sama spt saat aku tampil bersama Jinguk-ah, penonton
menilai penampilan kami bagus, namun aku justru merasa sebaliknya,
batin Hyemi. Setibanya di rumah, Hyemi terus berpikir. "Apa mgkn
Samdong-ah jg merasa spt itu?" gumam Hyemi. Knp aku tak prnh bisa
memahaminya? Batin Hyemi. Kali ini ia benar2 menyesal krn telah
seenaknya menilai Samdong.
31- Dengan mengumpulkan segenap
keberanian, Hyemi berusaha membuang jauh rasa gengsinya. Ia mencoba
menghubungi Samdong lalu meminta maaf. Namun, tiba2 saja telpon Hyemi
berdering, dr nmr tak dikenal.
"Go Hyemi?" Suara seorang perempuan
terdengar dr telponnya. Siapa ini? Batin Hyemi. "Ya, ini aku, maaf anda
siapa?" tanya Hyemi. Gadis yg tengah menelpon Hyemi itu ternyata Kaya.
Hyemi terkejut bukan main. "Ya!! Dr mna kau mendapatkan nmr ini?!" seru
Hyemi panik. Kaya menjawab kalau itu bukan urusan Hyemi. "Kau tidak
perlu memusingkan hal itu. Yg harus kau pikirkan skrg adalah langkahmu
setelah ini" Kaya mengatakan kalau dia sgt menyukai Samdong. "Aku sudah
lama tertarik padanya. Namun dia selalu bersikap dingin padaku. Dia
mengatakan kalau sudah ada gadis yg disukainya. Jgn blg kalau gadis itu
adalah kau, Go Hyemi. Gadis sepertimu tak pantas untuknya, yg hanya bisa
menyakiti hatinya setiap saat" Kaya bnr2 membuat Hyemi panas. "Ya!! Apa
maumu sebenarnya!?" seru Hyemi. Knp dia bisa tahu sampai sejauh itu?
Gumam Hyemi. "Aku akan membujuk Samdong utk kembali ke amerika
bersamaku, jd aku minta agar kau jgn menghalangiku! Aku menelponmu hanya
utk mengatakan itu. Sekali lg kuingatkan! Jgn menghalangiku! Paham?"
Kaya langsung menutup telponnya sambil tersenyum puas. Sedangkan Hyemi
mulai bersiap2 meledak. Ia menggenggam erat handphonenya itu. Ia berada
pd puncak kekesalannya. Hyemi pun berteriak dan mengumpat2 tak jelas.
32- Tanpa terasa 5 bulan telah berlalu. Hanya tersisa bbrp saat lg
sebelum akhirnya Samdong kembali ke amerika. Namun Hyemi justru
bertengkar dgn Samdong krn sebuah kesalahpahaman.
Hyemi kini sadar
kalau dia bnr2 membutuhkan Samdong di sisinya. Jika keadaannya adalah 8
thn yg lalu, maka Samdong merupakan tempat Hyemi meminta saran dan
pendapat. Tak jarang petuah2 yg dilontarkan Samdong bnr2 membuat Hyemi
tak mampu berkata2. Namun, skrg situasinya berbeda. Dia bukan Samdong yg
dulunya merupakan sahabat terdekatku, gumam Hyemi. Kini dia telah
berubah menjadi Samdong yg sgt kusukai, batin Hyemi. Aku tak akan
membiarkan gadis lain mencoba mendekatinya!
Hyemi akhirnya bertindak. Ia menghubungi Jinguk, dan meminta tlg agar diantarkan ke apartemen Samdong.
"Sekarang?"
tanya Jinguk. "Ya, sekarang!" Hyemi ngotot. Jinguk berpikir sejenak.
"Tidak bisa. Dia sdg ada jadwal pemotretan dgn Kaya Schodelario..."
JGEEER!
Hyemi
seakan tersambar petir di siang bolong. Mendengar nama gadis bule itu
disebut2, seakan membuat darah Hyemi naik ke atas kepala sampai ke
ubun2.
"Antarkan aku sekarang jugaaaa!!!" Hyemi berteriak sampai Jinguk melompat kaget dan
langsung menjatuhkan handphonenya.
33- Dalam hatinya, Hyemi bnr2 merasa muak dgn gadis bule itu. Berkali2
ia mengumpat dan mengutuk gadis itu. Jinguk yg saat itu berada di
samping Hyemi bahkan mampu merasakan hawa kemarahan yg semakin lama
semakin kuat, berpusat dr Hyemi.
Setibanya di lokasi pemotretan,
Hyemi langsung menghampiri Kaya tanpa mempedulikan Samdong yg jg ada
disana. Hyemi memperhatikan penampilan Kaya dr ujung kaki sampai ujung
kepala. Gadis bule itu heran melihat Hyemi muncul secara tiba2.
"Papan
irisan!" ujar Hyemi sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Kaya. Hyemi
tersenyum sinis dan menertawakan Kaya yg berniat membawa Samdong ke
amerika bersamanya.
"Ya!! Dengar baik2!! Orang itu sudah lebih dulu
mengajakku utk pergi ke amerika! Yg akan kembali ke amerika bersamanya
itu adalah aku! Bukan dirimu!! Sayang sekali ya takdir baik tak berpihak
padamu! Biarpun kata org lain kalau dia menghabiskan waktu lebih lama
dibandingkan dgn ku, tp aku yakin baginya waktu2 yg singkat itu lebih
berharga di banding apapun! Kau blg kalau aku ini gadis yg selalu
menyakitinya? Yang benar saja!! Selama bertahun2 aku selalu
memikirkannya, aku mencemaskannya dan menanti2 saat dia kembali kesini.
Jadi aku takkan mengizinkanmu mendekatinya lebih dr ini, kau paham!!"
Hyemi memutar tubuhnya berniat meninggalkan Kaya, msh dgn mengacuhkan
keberadaan Samdong yg terkaget2 mendengar ocehan Hyemi yg cepat dan
panjang seperti kereta meluncur.
34- Tiba2 Hyemi berbalik menoleh. "Ah, ya aku lupa memberitahukanmu hal
terpenting!" ujar Hyemi bersemangat. Seisi ruangan itu hanya bisa
bengong menyaksikan aksi Hyemi. "Ibunya sudah merestui hubungan kami, jd
sebaiknya kau menyerah saja ya.." Hyemi menambahkan sambil tersenyum2
sinis ke arah Kaya. Lalu dgn gaya angkuh khasnya dia menyingkap rambut
panjangnya itu dan bersiap meninggalkan ruangan.
"Hye-Hyemi-ah.. Apa
kau bnr2 ingin ikut bersamaku?" tanya Samdong seraya menghampiri Hyemi.
Hyemi mematung. Ia baru menyadari bahwa Samdong ada disana. Hyemi hanya
terdiam menahan rasa malunya. Semua ucapannya itu telah didengar
langsung oleh Samdong. Ia benar2 malu setengah mati. Hyemi mundur
perlahan. Dalam hitungan detik Hyemi melaju kencang, berlari menghindari
Samdong.
"Hyemi-ah!!" seru Samdong seraya berlari menyusulnya.
Adegan sama yg terulang spt saat Hyemi menyadari bahwa ia menyukai Samdong, saat msh bersekolah di Kirin.
35- "Hyemi-ah!! Hyemi-ah!! Tunggu!" seru Samdong seraya terus mengejar
Hyemi. Beberapa saat kemudian, Hyemi berhenti krn napasnya sudah
terengah2. Samdong mencoba mendekatinya namun Hyemi mendorong2 tubuh
Samdong.
"Hh..Hh.. Jgn..men..dekaaat!!" seru Hyemi terengah2. Namun
Samdong tak mempedulikannya. "Benarkah? Benarkah yg td baru saja kau
katakan itu? Kau akan ikut bersamaku ke amerika? Sungguh?" tanya Samdong
penuh harap. Hyemi menatap Samdong msh dgn napas yg tersengal2. Hyemi
tak punya pilihan, ia pun mengangguk perlahan. Alangkah puasnya hati
Samdong mendengar jawaban Hyemi, terlihat dr raut wajah Samdong yg sgt
gembira dan berseri2. "Sungguh?? Kau akan ikut bersamaku??" tanya
Samdong sekali lg mencoba meyakinkan dirinya.
"Iya.. Aku mau ikut
dgnmu!" jawab Hyemi sambil memalingkan wajahnya. Samdong tertawa puas
dan langsung memeluk Hyemi dgn seerat2nya. "Terima kasih... Terima kasih
Hyemi-ah!!"
Samdong mengatakan kalau dia merasa ragu Hyemi akan
bersedia meninggalkan korea dan ikut menetap ke amerika bersamanya.
Hyemi terperangah dan langsung bertanya knp Samdong bisa berpikir spt
itu.
"Keluarga, sahabat, kenangan dan smw yg berharga bagi Hyemi ada
di korea. Mendadak aku mengajakmu meninggalkan smw hal berharga dlm
hidupmu itu. Krn itu aku berpikir, kau pasti merasa bingung
mempersiapkan jawaban utk ku" Samdong menatap Hyemi dalam2. Hyemi balas
menatap Samdong dgn penuh haru.
36- "Kau mengerikan!" ujar Hyemi. Samdong bertanya knp Hyemi berkata spt
itu. "Kau bnr2 mengerikan!" ujar Hyemi tertawa. Dalam hatinya ia kini
bnr2 mengakui bahwa Samdong adalah org yg paling memahaminya. Hyemi pun
bertekad utk menjadi org yg paling memahami dan mempercayai Samdong.
Hyemi pun meminta maaf krn ulahnya sudah membuat Samdong kesal bukan
main. Samdong terbahak2. "Sesekali cemburu itu normal. Tandanya kita
bnr2 mencintai pasangan kita, benar kan?" Samdong menggodanya. Hyemi
tersenyum pertanda setuju dgn pendapat Samdong.
Akhirnya hari yg
dinantikan itu tiba. Samdong resmi menikah dgn Hyemi. Smw kerabat,
kenalan dan tentu saja keluarga besar Kirin Art School berdatangan
memenuhi aula tsb. Tak ketinggalan pula kakak guru Oh Hyuk yg tak mau
kehilangan kesempatan meliput momentum emas tsb. "Ini akan jd berita
paling hot untuk waktu yg lama!! Alasan penyanyi terkenal K sengaja
kembali ke korea ternyata utk melamar kekasihnya!!! Waaah,
romantisnya...!! Ini smw berkat bantuan suamiku tercinta, hohoho..."
ujar kakak guru Oh Hyuk tanpa menyadari Hyesung yg sdg berdiri di
sampingnya. "Ahjumma! Apa maksud perkataanmu barusan?" tanya Hyesung
penasaran. Kakak guru Oh Hyuk menjelaskan bahwa suaminya sengaja
mendatangkan Kaya utk memancing reaksi cemburu dr Hyemi. "Anak sombong
itu, sampai kapanpun takkan mampu memahami isi hatinya sendiri sampai
org lain yg membuatnya sadar!" seru kakak guru Oh Hyuk dibarengi
anggukan setuju dr Hyesung.
37- Hyemi dan Samdong tampak berseri2 di acara tsb. Mereka terlihat saling menyuapi potongan kue.
"Lihat!
Lihat! Mereka berdua tampak serasi sekali kan?" ujar ibu Samdong pd
ayah Hyemi. "Sejak pertama kali bertemu putrimu itu, aku sudah merasa
kalau putrimu itu berjodoh dgn putraku!! Aigoo..." Ibu Samdong
terkekeh2, begitu pula ayah Hyemi yg ikut bahagia melihat putrinya
seceria itu."Putramu pasti bnr2 anak yg baik hatinya" ujar ayah Hyemi.
Ibu Samdong memamerkan kalau memang spt itulah putranya. Beberapa waktu
kemudian, pertunjukan dimulai. Perwakilan dream high, Kim Pilsuk dan
Jason membawakan lagu pernikahan utk Hyemi dan Samdong. Semua tamu yg
hadir amat menikmati lagu yg dibawakan oleh pasangan serasi itu.
Setelah
itu, Pilsuk meminta Samdong dan Hyemi turut membawakan lagu utk smw
tamu. Samdong tampak bersemangat dan langsung menarik Hyemi ke atas
panggung. "Ini yg sudah lama kunanti2kan" bisik Samdong pd Hyemi. Lalu
keduanya membawakan lagu 'Maybe' spt yg prnh mereka nyanyikan berdua
saat tampil di showcase palsu Kirin 8 tahun silam.
Para tamu bertepuk tgn dgn riuh sekali.
38- Di akhir acara, Hyemi melempar buket bunga ke arah para tamu wanita
yg sudah menanti penuh harap. Hyemi melempar buket bunga tersebut, dan
lucunya yg mendapatkan buket bunga itu adalah Kim Pilsuk. Para tamu
bertepuk tgn dgn riuh dan memberikan ucapan selamat pd Pilsuk.
"Yes!!
Yess!!! Jason! Jason!!" Pilsuk dgn penuh semangat langsung berlari
memeluk Jason. Para tamu dibuat heboh oleh ulah Pilsuk yg bnr2
mengundang tawa. "Hyemi-ah!! Terima kasih!!" seru Pilsuk.
Hyemi dan Samdong hanya bisa tertawa melihat ulah milky-couple itu.
Setelah
menikah dgn Samdong, Hyemi pun ikut menetap di amerika bersama Samdong.
Ia bertekad utk mengunjungi korea paling tidak setahun sekali utk
melepas rindu pd org2 yg disayanginya. Samdong setuju dan mengatakan
kalau kelak jika ia tak sempat ikut, maka Hyemi harus tetap mengunjungi
korea meski tanpa dirinya.
"Kita harus mengunjungi orangtua minimal
setahun sekali, kalau itu tak mampu kita lakukan, maka kita bnr2 anak yg
durhaka!" Samdong mengingatkan Hyemi. Hyemi pun mengangguk setuju.
Di
amerika, Hyemi mengisi kesibukan dgn melanjutkan sekolah musik yg sudah
lama diimpikannya. Sementara Samdong masih tetap pd kesibukannya sbg
penyanyi bergengsi disana.
Beberapa bulan setelahnya....
Hyemi menghampiri Samdong dgn ragu2. Samdong bertanya apa yg terjadi pd Hyemi, knp wajahnya sepucat itu.
"Aku hamil" Hyemi menjawab pelan. Samdong terkejut mendengar pernyataan Hyemi sampai ia tak tahu harus berkomentar
apa.
39- "Ha...hamil?" tanya Samdong msh tak percaya dgn apa yg baru saja didengarkannya.
"Ya,
hamil" Hyemi menjawab tanpa ekspresi. "Hamil? Hamil? Benarkaaaah????"
seru Samdong disertai anggukan dari Hyemi. Samdong tampak sgt bahagia
setelah menyadari bahwa Hyemi bnr2 hamil. Ia memeluk istrinya itu dgn
sgt gembira. "Seluruh dunia harus mengetahui ini secepatnya!!" Samdong
benar2 tak percaya bahwa ia akan segera menjadi seorang ayah. Sejak saat
itu, Samdong terlihat pulang kerja selalu lebih awal demi menyapa calon
bayinya itu. Hyemi pun tampak amat bahagia menerima perlakuan Samdong
yg semakin hari semakin memanjakannya.
8 bulan kemudian, perut Hyemi
semakin membuncit saja. Samdong tengah mempersiapkan nama yg akan
diberikan pd putrinya itu. Ya, menurut hasil pemeriksaan USG, bayi yg
dikandung Hyemi adalah perempuan.
"Song Hyuri.. Song Hyuri..
Hyuri-ah.. Bukankah itu nama yg bagus? Bagaimana menurutmu, Hyemi-ah?"
Samdong mengusulkan sebuah nama utk calon putrinya kelak. Hyemi sgt
senang dan setuju. "Nama yg indah" gumam Hyemi. Kini kebahagiaan
pasangan ini lengkap sudah. Tinggal menunggu lahirnya sang buah hati ke
dunia.
Sebulan kemudian, Hyemi melahirkan seorang bayi perempuan yg
amat cantik, Song Hyuri. Lengkap sudah kebahagiaan pasangan ini dgn
hadirnya putri mereka.
Tamat.
Note: please like and leave comment :)
Makasih buat yg udah baca ampe tamat, hope u like it :)
See ya ^^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar