Annyoeng, chingudeul…!
Hmm, kali ini saya mau bahas drama fenomenal di tahun 2012,
Nah ini dia..
Pastinya banyak yang udah tau atau paling nggak chingudeul pernah dengar nama judul drama korea satu ini kan… ?
Yap, benar banget..
Inilah dia “THE MOON THAT EMBRACES THE SUN/THE MOON
EMBRACING THE SUN”.
Drama kolosal korea yang menggemparkan sepanjang tahun 2012, tak
hanya di negeri asalnya saja (korea) melainkan hampir di seluruh belahan Asia
bahkan merambah ke Eropa. Mengangkat tema percintaan dan intrik istana di era
dinasti Joseon (angkatan Dong Yi gitu, deh…)
Tapi chingu, banyak hal
yang menarik dari drama kolosal ini jika dibandingkan dengan drama kolosal
pendahulunya, mau tau kan apa aja sih yang bikin drama ini bisa mendapatkan
rating tertinggi…? Hoho simak aja yuk, ini dia…
1. Pemeran utama yang menarik;
Udah
jelas dong ya, namanya aja drama pasti chingu
pengen menghayati alur dramanya kan, kalo gitu pasti dong kita nggak pengen
merasa bosan melihat para pemainnya. Nah salah satu poin utamanya pasti
penampilan fisik si pemeran utamanya. Tak sedikit drama yang isi ceritanya tak
jelas namun dihiasi dengan para pemeran yang “segar-segar” dan memanjakan mata malah
membuat drama itu begitu diminati penonton. Nah, kalau TMTETS ini, selain para
pemeran utamanya beken-beken turut pula ditunjang dengan kepiawan berakting
mereka. Nilai plus lagi karena kemiripan fisik antara pemain yang memerankan
karakter teen dengan karakter adult. Siapa aja mereka? Yuk kita simak...
-
Lee Hwon- adult (Raja Joseon)
Diperankan
oleh Kim
Soo Hyun yang terkenal berkat drama pendahulunya, “Dream High season 1”
memerankan sosok innocent Song
Sam Dong si anak desa dengan bakat terpendam, membuat aktor tampan dan
multitalent ini berhasil mengibarkan sayapnya dan kini ia menantang diri
mencoba untuk memerankan tokoh seorang Raja muda yang tampan, penyayang, cerdas
dan pemberani. Lee Hwon sebagai
Matahari Joseon dihantui oleh rasa penyesalan karena kehilangan cinta pertama
akibat perbuatan licik dan keji dari orang-orang terdekatnya di istana demi
kepentingan politik. Itulah yang menjadi penyebab ia sering jatuh sakit, bukan
sakit fisik melainkan sakit hati.
Meskipun
ia hidup di istana dengan dipenuhi gadis-gadis perawan bak bunga segar yang
bisa dipetik kapan pun ia mau, namun justru memperkokoh tekadnya untuk
mempertahankan kesuciannya meskipun ia kini sudah memiliki permaisuri di sisinya.
Semua itu ia lakukan hanya demi ketulusan cintanya pada gadis yang ia sadari
sudah takkan pernah bisa ia temui lagi di dunia. Namun, pertemuannya dengan
seorang Shaman/Dukun wanita yang ia namakan Wol (bulan), membuatnya terkenang
akan gadis pujaannya itu. Kemiripan diantara keduanya tak bisa ia pungkiri dan
sekali lagi hatinya tergoda pada gadis yang sama.
Berkali-kali
ia berusaha meyakinkan diri namun berkali-kali juga ia terlihat berusaha
menampik kenyataan itu. Setelah ia menemukan kenyataan pahit bahwa gadis Shaman
itu benar-benar Putri Mahkota yang sudah meninggal 8 tahun lalu, membuatnya
terpukul namun sekaligus memaksanya untuk mengungkap kejahatan di masa lalu
yang melibatkan orang-orang terdekatnya.
Pada akhir cerita, ia berhasil mengungkap
kebenaran meski harus dibarengi dengan pengorbanan dari orang-orang yang
disayanginya. Ibarat pepatah lama, “untuk memperoleh sesuatu kau juga harus
rela kehilangan sesuatu.”
-
Lee Hwon- teen (Putra Mahkota Joseon)
Diperankan
oleh Yeo
Jin Goo. Putra Mahkota yang bijak, cerdas dan selalu ingin tahu. Pertemuannya
dengan Heo Yeon Woo sangat mengesankan baginya sehingga ia selalu merasa
penasaran dengan sosok gadis yang terus-menerus menghiasi hatinya itu. Fakta
bahwa ia harus kehilangan gadis itu di saat hatinya sedang berbunga-bunga dalam
penantian pernikahan mereka, membuatnya merasa terpuruk dan mulai tersadar akan
adanya kekuatan tersembunyi di balik tembok istana.
Di awal
cerita, tampak ia terlihat merindukan sosok kakaknya yang ia anggap sebagai
panutan dalam hidupnya, meskipun ia tahu bahwa berada di dekatnya hanya akan
mengancam keselamatan orang-orang yang disayanginya, termasuk kakaknya sendiri.
Di usia
15 tahun, Putra Mahkota ini berpura-pura patuh dan polos di hadapan petinggi
istana namun dalam hatinya ia selalu tertekan dan siap memberontak. Semua
kekesalan dan curahan hatinya tak sedikit ia tumpahkan pada penasihat
pribadinya.
-
Heo Yeon Woo- adult (Shaman Wol)
Diperankan
oleh Han
Ga In yang dikenal berkat serial “Bad Guy”. Kali ini ia memerankan
sosok gadis beruntung yang ditakdirkan menjadi Bulan diantara dua Matahari.
Namun takdir itu dikotori oleh campur tangan orang-orang yang tak menginginkan
dirinya mendapatkan posisi penting dalam istana. Meskipun disangka sudah
meninggal, namun pada kenyataannya ia malah disembunyikan demi keselamatan
dirinya dan orang-orang terdekatnya.
Cintanya pada Lee Hwon tampaknya belum memudar
sedikitpun, itu terlihat dari reaksinya yang terlihat sedih saat bertatapan
dengan Raja Joseon itu. Meskipun ingatannya hilang akibat rasa ketakutan saat
dirinya dikubur hidup-hidup, namun nyatanya hati dan tubuh tak bisa berbohong.
Sekali lagi ia jatuh hati pada Putra Mahkota Lee Hwon yang kini telah menjadi
raja tersebut.
Ia pun
harus menjalani kehidupan palsu sebagai seorang Shaman/dukun. Ia juga dipaksa
sekali lagi memasuki istana setelah sebelumnya ia pernah memasukinya sebagai
Putri Mahkota. Namun kali ini ia masuk sebagai jimat hidup untuk menyembuhkan
penyakit raja. Berada di dekat raja membuat ingatan masa lalunya perlahan-lahan
muncul. Namun ia malah mengira bahwa itu adalah pertanda ia sudah berhasil
menjadi seorang Shaman sejati karena ia tak menyadari bahwa itu adalah
ingatannya sendiri.
Ia
merasa sedih dan terpukul setelah ingatannya pulih dan menyadari bahwa memang
dirinyalah gadis pujaan sang Raja yang selama ini sering disebut-sebut memiliki
wajah yang serupa dengannya. Tapi ia berusaha menutupi kenyataan pahit itu demi
keselamatan orang-orang terdekatnya.
Pada
akhir cerita, semua penderitaannya berakhir setelah Raja berhasil mengungkap
kebenaran dan menghukum mereka yang bertanggung jawab dalam usaha pembunuhan
dirinya. Lalu diselenggarakanlah pernikahannya dengan Raja yang sempat tertunda
selama 8 tahun yang turut disambut penuh kebahagiaan oleh seluruh penjuru
negeri. Ia pun benar-benar menjadi “Bulan yang memeluk Matahari/ The Moon that
embraces the sun” sesuai nama tusuk konde yang pernah dihadiahkan raja padanya.
-
Heo Yeon Woo- teen (Putri Mahkota yang
dibunuh)
Diperankan
oleh Kim
Yoo Jung. Putri bangsawan yang meskipun masih muda, hanya berusia 13
tahun, namun sudah memiliki banyak tanggapan bijak dalam memandang kehidupan
yang membuat putra mahkota Lee Hwon tertarik pada sosoknya. Bagi Lee Hwon, ia
adalah satu-satunya Putri Mahkota di hatinya.
Di saat
hari menjelang penobatan dirinya sebagai putri mahkota, sesuatu yang aneh malah
terjadi. Mendadak ia jatuh sakit dan tak ada tabib yang mengetahui apa
penyebabnya. Ia dan keluarganya pun dituduh telah melakukan percobaan untuk
menipu keluarga kerajaan karena membawa orang sakit ke dalam istana, malahan
dengan nekad mencalonkan sebagai putri mahkota.
Belum
cukup sampai disitu, kenyataan pahit kembali menimpanya setelah ia sadar bahwa
penyakitnya takkan bisa disembuhkan. Dengan ikhlas ia merelakan dirinya
meninggal asalkan keluarganya bisa luput dari penderitaan. Namun di kemudian
hari ia menyadari bahwa pikirannya yang seperti itu salah. Malahan keluarganya
dan orang yang ia cintai semakin terpuruk dalam kesedihan dan penyesalan.
-
Yang Myung-gun adult (Pangeran, kakak
Raja Lee Hwon)
Sukses
memikat pemirsa berkat drama pendahulunya, “49 days” sebagai seorang scheduler/malaikat pencabut nyawa, kini Jung
Il Woo ditantang untuk memerankan sosok pria yang harus kembali
mengalah pada cintanya. Kali ini ia berperan sebagai Pangeran Yang Myung, putra
pertama raja dengan seorang selir kerajaan. Ia adalah sosok pangeran yang
mencintai kebebasan dan tak suka dikekang. Ia terkadang merasa bersyukur karena
ia tak terlahir sebagai raja yang harus merasakan hidup bagai “burung dalam
sangkar” layaknya adiknya. Ia pernah merasa cemburu pada adiknya saat ayahnya
lebih perhatian pada adiknya ketimbang dirinya. Namun, kasih sayangnya pada
adiknya lebih besar dan mengalahkan kedengkian yang ingin tumbuh di hatinya.
Meskipun
ia selalu terlihat tersenyum gembira namun dalam hatinya ia sangat sedih. Ia
harus kehilangan satu-satunya hal yang berharga dan ia idamkan yaitu gadis yang
dicintainya yang juga merupakan gadis yang dicintai adiknya. Cinta segitiga
antara dirinya, adiknya dan Heo Yeon Woo selalu membuat ia merasa tersisihkan.
Karena ia sadar bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.
Munculnya
sosok Shaman Wol kembali menggetarkan hatinya karena kemiripan gadis ini dengan
gadis pujaannya yang sudah meninggal itu. Ia pun memantapkan diri untuk membuka
hatinya setelah mendengar saran Wol padanya untuk tidak berlama-lama terpuruk
dalam bayang-bayang masa lalu.
Sama
halnya dengan raja, ia pun sempat bimbang antara meyakinkan diri atau malah
menampik kenyataan bahwa ia merasakan adanya nafas Heo Yeon Woo pada sosok
Shaman Wol.
Berkali-kali
ia berkorban demi gadis pujaannya itu, karena ia meyakinkan diri bahwa gadis
itu bukanlah Heo Yeon Woo. Ia pun memohon pada raja agar kali ini raja rela
melepaskan Shaman Wol untuk dirinya.
Namun,
lagi-lagi ia harus patah hati setelah mengetahui bahwa Shaman Wol yang kini
dicintainya itu ternyata memang Heo Yeon Woo. Ia pun hanya bisa pasrah dan
mengalah pada raja. Karena ia sekali lagi tak mampu membujuk gadis itu untuk
memilih dirinya ketimbang raja.
Suatu
ketika raja mencoba menguji kesetiaan dengan memerintahkannya untuk menebas
leher raja dengan pedang yang ada di tangannya. Namun, ia tak sanggup untuk
membunuh adiknya yang sudah merampas semua hal darinya itu. Ya, didikan ibunya yang
baik hati benar-benar meresap dalam benaknya sehingga ia tak mampu melakukan
tindakan keji terhadap raja.
Di akhir
cerita, kelak Yang Myung-gun tewas bunuh diri dalam peristiwa pemberontakan
yang sudah disettingnya dengan raja. Raja amat shock dan terpukul atas
kematiannya dan berulang kali memerintahkannya untuk bangun dan jangan mati.
Detik-detik menjelang kematiannya, Yang Myung-gun berkata bahwa, “hal yang lebih
berharga dalam hidupnya bukanlah gelar, harta atau kedudukan melainkan adalah
adik dan teman-temannya.”
-
Yang Myung-gun teen
Diperankan
oleh Lee Min Ho (II). Ia tak silau akan harta, gelar maupun
kedudukannya sebagai pangeran. Malah ia merasa ingin membuang semua itu pada
saat ia telah bersama dengan gadis pujaan hatinya yang ternyata juga merupakan
gadis pujaan adiknya. Ironisnya, ternyata ia sudah lebih dulu mencintai Heo
Yeon Woo. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan setelah ia tahu bahwa gadis
yang dicintainya itu lebih memilih berada di sisi adiknya.
Hatinya
semakin tercabik-cabik setelah gadis pujaannya itu bukannya sedang bahagia
dalam istana, namun malah tewas mendadak tak berapa lama setelah terpilih
sebagai putri mahkota. Ia menyesali dirinya yang belum sempat mengutarakan isi
hatinya namun gadis itu keburu
meninggal. Ia menyalahkan putra mahkota karena tak berhasil melindungi
gadis tersebut dan ia bertekad agar di kehidupan yang akan datang ialah yang
akan melindunginya.
-
Yoon Bo
Kyung-adult (Permaisuri Joseon)
Permaisuri
Joseon ini sangat pandai berpura-pura. Meskipun begitu, ia tidak pernah
berpura-pura mencintai raja, melainkan tulus mencintainya. Namun, raja sudah mengetahui
kemunafikannya sehingga tak pernah sudi untuk membukakan pintu hati untuknya.
Ditambah lagi ia merupakan putri dari Perdana Mentri Yoon yang merupakan rival
sengit raja dalam pemerintahan.
Hidupnya
dihantui bayang-bayang Heo Yeon Woo. Ia merasa dirinya tak bisa memikat raja
adalah karena raja masih mencintai gadis yang sudah meninggal itu.
Kecemburuannya itu malah membuat raja semakin muak padanya dan selalu menolak
untuk mengunjungi kediamannya. Karena dihantui dosa, ia sering merasa tak
tenang dan selalu ketakutan.
Suatu
ketika ia merasa cemburu akan kehadiran seorang Shaman yang tiap malamnya
berada di sisi raja. Ia mendengar desas-desus bahwa raja tampaknya tertarik
pada gadis itu karena kemiripannya dengan Heo Yeon Woo. Sayangnya, ia malah
keliru menyangka bahwa Shaman pengganti adalah Heo Yeon Woo, sehingga ia merasa
sedikit tenang. Hingga akhirnya, Wol muncul di hadapannya dan semenjak itulah
hidupnya kembali diselimuti ketakutan karena merasa posisinya sebagai
permaisuri akan segera digantikan.
Padahal
ia tahu bahwa dirinyalah yang sebenarnya
sudah merampas posisi putri mahkota yang sejak awal memang milik Heo Yeon Woo,
namun ia berkali-kali menampiknya. Puncaknya ketika ia menyadari bahwa ayahnya
tega berniat menyingkirkannya dari istana karena ia dianggap gagal memenangkan
hati raja. Ia pun merasa terpuruk lalu memutuskan bunuh diri dengan cara menggantung
dirinya. Ia berniat mati dengan mempertahankan sosoknya
sebagai seorang permaisuri. Ia pun tewas di hari yang sama dengan meninggalnya
Yang Myung-gun, membuat raja semakin berduka karena kini kehilangan dua orang
yang menyayangi dirinya pada hari yang sama pula. “Keserakahan membawa petaka.
Jangan merampas hak orang lain” inilah yang seharusnya diajarkan Mentri Yoon
pada putrinya, bukan malah memperalat putri sendiri untuk ambisi pribadi,
“habis manis sepah dibuang”.
-
Yoon Bo Kyung-teen (Putri Mahkota
pengganti)
Ia
bersama Heo Yeon Woo merupakan kandidat kuat calon putri mahkota karena
keduanya merupakan putri dari mentri yang berpengaruh pada masa itu.
Namun
sayangnya, karakternya berbanding terbalik dengan rivalnya itu. Di usia muda ia
sudah menunjukkan karakter bermuka dua.
Ia akan
berpura-pura baik di hadapan orang banyak untuk menjaga imejnya sebagai gadis
bangsawan, namun ia bisa menunjukkan sisi kejinya jika berada di kediamannya.
Yoon Bo
Kyung selalu merasa takut ambisinya menjadi putri mahkota akan dirampas oleh
Heo Yeon Woo, karena itulah ia tetap tutup mulut meskipun ia tahu bahwa
kematian Heo Yeon Woo merupakan ulah ayahnya. Ia sadar bahwa ia takkan pernah
bisa memenangkan hati putra mahkota Lee Hwon selama Heo Yeon Woo masih ada di
sekitarnya.
2. Pemeran pendukung yang
berkarakter;
-
Heo Yeom-adult (Uibin/suami putri, ipar
Raja)
Kakak
kandung Heo Yeon Woo ini merupakan calon pilar negeri yang bakatnya terkekang setelah
menikahi putri, karena adanya larangan bagi seorang Uibin untuk ikut terjun
dalam politik.
Kehidupan
rumah tangganya dengan putri terasa canggung karena ia masih menganggap putri
seperti adiknya. Namun putri tak pernah menyerah untuk bisa mendapatkan perhatiannya.
Ia
merupakan sosok yang tenang, rendah hati dan berwawasan luas. Bertiga ia
bersama dengan pangeran Yang Myung-gun dan Woon merupakan sahabat dekat. Itu
dikarenakan ketiganya berguru pada mentri Heo yang tak lain adalah ayahnya
sendiri.
Ia
berkali-kali mengucapkan terima kasih pada putri yang bersedia menikah
dengannya dan telah menyelamatkan keluarganya dari ancaman hukuman karena
dituduh telah menipu istana dengan membawa adiknya yang sakit-sakitan sebagai
calon putri mahkota.
Namun
betapa terpukulnya ia setelah mengetahui bahwa ternyata istrinyalah yang ikut
bertanggung jawab dalam usaha pembunuhan adiknya. Sementara ketika itu juga
putri sedang mengandung anak mereka. Ia merasa bersalah pada adiknya karena
kini ia berbahagia di balik kematian adiknya.
Namun seiring
berjalannya waktu, pada akhirnya ia mampu memaafkan putri demi kebahagiaan anak
mereka.
-
Heo Yeom-teen (Heo Munhak)
Cerdas,
tampan, rendah hati dan penuh karisma, membuat sosok Heo Yeom disegani dan
dicintai. Dalam usia muda, 17 tahun, ia sudah mendapatkan gelar sebagai sarjana
sastra terbaik.
Karena
itulah ia telah menjadi Munhak/guru pribadi Putra Mahkota ketika itu. Meskipun
sebelumnya banyak rintangan yang harus ia tempuh untuk membujuk putra mahkota
agar bersedia ia bimbing, itu disebabkan putra mahkota yang suka pilih-pilih
dalam menyeleksi guru pribadi.
Ternyata
pesona Heo Yeom muda juga dirasakan oleh sang putri, sehingga putri jatuh hati
padanya dan sangat berambisi untuk menikahinya.
Setelah
menerima kenyataan bahwa adiknya meninggal sesaat sebelum penobatan putri
mahkota, ia menyesali diri karena tak bisa mencegah adiknya untuk menjadi
pendamping putra mahkota.
-
Putri Min Hwa- adult
Putri
yang selalu ceria dan bersemangat ini adalah adik bungsu raja dan pangeran Yang Myung sekaligus menjadi istri Heo Yeom. Sikapnya
yang masih kekanakan membuat suaminya menganggap ia layaknya seorang adik
bukannya seorang istri. Karena itulah, ia selalu terlihat berusaha mencari
perhatian suami yang amat dicintainya itu.
Namun
dibalik keceriaannya ia juga menutupi rahasia tersembunyi. Ternyata ia bisa menikahi
suaminya dengan menempuh jalan haram dan keji. Ia ikut terlibat dalam usaha
pembunuhan Heo Yeon Woo. Ia menyadari betul bahwa perbuatannya salah namun tak
pernah memiliki kekuatan dan keberanian untuk mengakui itu pada suami dan ibu
mertuanya.
Sampai
suatu hari, ketika ia bersama suami dan ibu mertuanya berziarah ke makam ayah
mertuanya ia diberitahu bahwa ayah mertuanya tewas bunuh diri karena perasaan
sedih yang berlarut-larut setelah meninggalnya Heo Yeon Woo. Ia pun semakin
dihantui perasaan berdosa pada suami dan keluarga suaminya.
Puncaknya
ketika raja mengetahui keterlibatannya dalam kejahatan itu. Ia pun terpaksa
menanggung hukuman untuk menebus dosanya di masa lalu. Setelah melahirkan, ia
langsung dicerai dan dihukum sebagai budak dan dibuang dari istana. Beberapa
tahun setelah hukumannya, ia kembali namun tak tahu kemana harus menuju,
diam-diam ia menguntit suaminya dan mengintip dari kejauhan, tanpa sengaja
kehadirannya di ketahui oleh suami dan anaknya yang sudah balita. Dengan berat
hati ia pergi namun tiba-tiba saja suaminya memeluknya dari belakang dan
membuat ia menangis tersedu-sedu. Cukup menjelaskan bahwa ia telah dimaafkan
dan kembali diterima oleh suaminya.
-
Putri Min Hwa-teen
Kepolosan
dan keceriaan putri menjadi hiburan tersendiri dalam kisah ini. Sikapnya yang
periang dan cengeng membuat ia dimanja oleh keluarga besar istana. Dalam usia
muda ia sudah menentukan pendamping hidupnya kelak yaitu Heo Yeom yang ketika
itu menjadi pengajar putra mahkota.
Namun ia
harus menerima kenyataan pahit bahwa permintaannya untuk menikah dengan sarjana
tampan itu kandas di tengah jalan karena raja menolak mentah-mentah
permintaannya dengan alasan bahwa kelak Heo Yeom berpotensi menjadi pilar
negeri. Jika menikah dengan putri maka sama saja dengan mematahkan sayap Heo
Yeom.
Ia
merasa sakit hati dan ngambek. Ia mulai merasa iri hati pada Heo Yeon Woo yang
bisa menjadi putri mahkota dan mendapatkan apa yang diinginkan sementara ia
tidak. Dalam kegalauannya, tanpa pikir panjang ia memohon pada ibu suri untuk
bersedia membantunya agar bisa menikahi Heo Yeom.
Ia pun
dimanfaatkan ibu suri sekaligus dijadikan kambing hitam atas usaha pembunuhan
Heo Yeon Woo. Tanpa ia sadari ternyata ambisi naifnya membuahkan bencana. Ia
tak pernah menyangka bahwa buah kebenciannya pada Heo Yeon Woo telah menjadi
kunci maut bagi Heo Yeon Woo.
Dalam
ketakutan, ia hanya bisa menutup mulut sesuai pesan ayahnya agar kejahatannya
tidak terbongkar.
-
Woon-
adult
Sosok
pengawal pribadi raja yang dingin tanpa ekspresi, ibarat robot yang patuh pada
perintah tuannya. Ia sering menemani raja untuk berkeliling. Dibalik sosoknya
yang misterius, ternyata ia memiliki kelemahan yang diketahui oleh raja. Ia tak
mahir berbohong. Meskipun jarang menunjukkan emosinya sendiri kala ia senang
ataupun sedih namun tampaknya ia malah menunjukkan kepeduliannya ketika melihat
orang-orang disekitarnya merasa sedih ataupun senang. Diam-diam ia tak tega
melihat sahabatnya, pangeran Yang Myung-gun yang cintanya bertepuk sebelah
tangan. Namun tak jarang pula ia turut senang saat melihat ekspresi raja yang
sedang berbunga-bunga.
Saat
mengunjungi kediaman Yang Myung-gun ia sering ditanya, “kau datang membawa
perintah raja atau kau datang sebagai seorang sahabat?”
Dalam
kisah ini, diperlihatkan bahwa Woon memang berniat tak ingin menunjukkan
emosinya kepada orang lain. Ia juga menyadari kemiripan antara Shaman Wol
dengan Heo Yeon Woo, namun ia hanya berdiam diri.
Suatu
malam setelah meninggalnya Pangeran Yang Myung, ia membayangkan kehadiran Yang
Myung-gun yang sedang tersenyum dan berbincang sejenak di hadapannya. Ini
menunjukkan bahwa Woon juga turut merasa sedih karena kehilangan sahabat
lamanya itu.
-
Woon-teen
Pada
usia muda, ia sudah mendapat gelar sarjana militer terbaik membuatnya disegani
teman-temannya. Ditambah dengan ekspresi dinginnya yang tak menunjukkan
keinginan untuk bersahabat. Wajah tampannya adalah warisan dari ibunya yang
seorang gisaeng dan kecerdasannya dalam berpedang ia peroleh dari ayahnya. Namun,
ia dilarang berpolitik karena merupakan
putra tidak sah.
Meskipun
jarang kita saksikan ia menunjukkan senyum tampannya, namun aslinya Woon ini
adalah sosok yang peduli pada teman-temannya.
Disaat
putra mahkota tak lagi menemukan orang yang bisa ia andalkan di istana, Woonlah
yang menjadi harapannya.
-
Seol-adult
Ia
merupakan budak yang bertugas melayani Heo Yeon Woo semasa dulu. Namun kasih
sayang dari Heo Yeon Woo yang dulu sering diterimanya, membuat ia merasa
berhutang budi. Pada mulanya gadis ini menyamar dengan berpakaian seperti
laki-laki namun setelah ingatan Heo Yeon Woo pulih, ia mengubah penampilannya
menjadi gadis tulen sekaligus mengembalikan perannya sebagai pelayan. Kelihaiannya
bermain pedang ia dapatkan saat dulu menjadi pelayan keluarga Heo, diam-diam ia
sering mengintip Woon dan Heo Yeom sedang berlatih pedang. Pada akhirnya
keahliannya itu ia manfaatkan untuk menjaga dan melindungi Agassi/nona
kesayangannya. Ia bersama Jang Nok Yeong dan Jang Shil bahu membahu melindungi
gadis yang dijuluki “bulan tersembunyi” itu.
Setelah
diberitahu kenyataan yang sebenarnya oleh Jang Nok Yeong, Ia selalu merasa
sedih tiap kali melihat keadaan Agassi-nya yang hidup dalam kepalsuan, ditambah
lagi dengan keadaan keluarga Agassi-nya yang memprihatinkan, karena kini mantan
tuan mudanya itu menikah dengan gadis yang terlibat dalam pembunuhan
Agassi-nya. Diam-diam tampaknya Seol menyimpan perasaan pada Heo Yeom.
Di akhir
cerita, Seol tewas sesaat setelah mencoba melindungi Heo Yeom dari para
pembunuh bayaran. Sebenarnya Yeomlah yang menamakannya Seol. Sebelumnya Jang
Shil pernah meramalkan, “Salju (Seol) tak boleh terlalu berdekatan dengan percikan
api (Yeom) karena bisa meleleh.”
Berita
kematian Seol membuat Heo Yeon Woo sangat berduka karena kehilangan sahabat
terdekatnya ini.
-
Seol-teen
Gadis
ini senantiasa mengikuti Heo Yeon Woo dengan setia. Ia juga selalu merasa beruntung
karena mendapatkan nona yang telah memperlakukannya dengan sangat baik bahkan
rela membelanya di hadapan orang banyak, di saat orang lain hanya bisa
memperlakukannya seperti binatang yang bisa diapakan saja. Ia sangat menyayangi
Heo Yeon Woo dan juga Heo Yeom.
Disaat penyakit
Heo Yeon Woo bertambah parah, ia memohon
agar tidak dijual kepada keluarga lain karena ia tak ingin berpisah dari
agassinya itu. Sebelumnya Heo Yeom juga memberinya amanah padanya untuk
senantiasa menjaga dan melindungi Heo Yeon Woo disaat dirinya tak disamping
adiknya. Ia senantiasa berusaha menepati janjinya pada tuan mudanya itu.
Suatu
malam setelah pemakaman Heo Yeon Woo, ia datang membawa bunga menuju makam
agassinya untuk memberi penghormatan terakhir.
Tubuhnya dipenuhi luka dan tampak tak terawat, menandakan bahwa ia tak
diperlakukan dengan baik oleh pemilik barunya dan sepertinya ia kabur dari
sana.
Pada
saat yang sama, Jang Nok Yeong bersama dengan seorang pria sedang mencoba
menggali kuburan agassinya, ia tampak heran dan kesal menatap ke arah Jang Nok
Yeong. Namun setelah itu ia diberitahu bahwa agassinya masih hidup, yang
membuatnya bahagia. Namun ia tak menyangka bahwa agassinya menjadi lupa ingatan
akan masa lalunya. Pada saat yang sama ia pun bertekad untuk menjaga dan
melindungi agassinya itu.
-
Jang Shil-adult
Peramal
muda yang merupakan murid didikan Jang Nok Yeong. Karakternya yang suka
keceplosan membuatnya sering dianggap sebagai biang masalah. Ia sangat
menyayangi Seol layaknya kakaknya sendiri. Ia pun sangat menghormati Jang Nok Yeong yang ia anggap
layaknya ibu kandung. Kelihatannya ia lah yang akan menjadi penerus Jang Nok
Yeong dilihat dari kemampuannya dalam meramal yang memang diakui oleh Jang Nok
Yeong.
Ia juga
sangat mengagumi sosok Yang Myung-gun yang pernah menyelamatkannya semasa kecil.
Ketika ia bertemu kembali dengan Yang Myung-gun, ia bertekad untuk
mempertemukannya dengan Heo Yeon Woo. Ulahnya ini membuat Jang Nok Yeong marah
besar dan ia pun diusir. Namun, tetap saja ia kembali dimaafkan karena Jang Nok
Yeong merasa tak tega padanya.
-
Jang Shil-teen
Gadis
kecil yatim piatu ini dulu hidup dalam kesengsaraan. Kemampuannya meramal
dimanfaatkan para penipu untuk meraup uang di bisnis haram. Ia diperalat
sebagai dukun cilik sakti yang buta dan mampu menyembuhkan segala penyakit.
Namun akhirnya ia diselamatkan oleh Yang Myung-gun dan dirawat oleh Jang Nok
Yeong yang diam-diam menyadari kesaktian gadis ini.
-
Jang Nok Yeong
Kepala
Shaman yang diperintahkan Ibu Suri Agung untuk membunuh Heo Yeon Woo
menggunakan ilmu hitam. Ia dianggap sakti karena mampu menyingkirkan Heo Yeon
Woo sekaligus menjadi orang kepercayaan Ibu Suri Agung.
Pada
kenyataannya ia tak membunuh Heo Yeon Woo dikarenakan amanah dari mendiang
sahabatnya supaya ia melindungi gadis ini. Ironisnya, justru ia sendiri yang
membunuh sekaligus kembali menghidupkan gadis tersebut.
Dengan
alasan untuk memulihkan kesaktiannya, ia memohon izin pada Ibu Suri Agung untuk
diperkenankan meninggalkan istana.
Namun, ia menggunakan kesempatan itu untuk menyelamatkan Heo Yeon Woo
dari kematian palsu. Ternyata obat yang diberikannya berguna untuk membuat
gadis itu seakan meninggal sesaat.
Ia juga
tampak serius mencemaskan keselamatan Heo Yeon Woo, terbukti dari segala
usahanya untuk menghindarkan gadis itu dari hal-hal yang berhubungan dengan
kerajaan. Bahkan ia pun berpesan pada Seol dan Jang Shil untuk tidak
memberitahukan kebenaran pada Heo Yeon Woo, karena pada akhirnya hanya akan
menimbulkan kekacauan dan pertumpahan
darah.
Namun
takdir berkata lain, sekeras apapun upayanya menyembunyikannya, tetap saja
takdir membukakan jalan bagi Heo Yeon Woo untuk kembali masuk ke dalam istana,
bahkan langsung menuju kediaman raja. Tentu saja ini membuat Jang Nok Yeong
cemas. Namun dengan segala cara ia kembali berusaha mencegah hal-hal yang tak
diinginkan.
Suatu
ketika raja mulai mencurigai bahwa Shaman Wol benar-benar Heo Yeon Woo. Raja
mencoba memastikannya langsung dengan bertanya padanya. Ia tak mampu
berkomentar banyak dan hanya terdiam menunduk menanggapi pertanyaan raja,
sehingga membuat raja mengambil kesimpulan yang pahit dan menyakitkan.
Pada
akhir cerita, beberapa hari setelah peristiwa pemberontakan yang menumpahkan
banyak korban, diperlihatkan Jang Nok
Yeong tengah menari-nari untuk sebuah upacara menenangkan arwah para korban.
Secara mendadak, tubuhnya tersungkur dan ia pun meninggal pada saat itu juga.
-
Ibu Suri Agung (bermarga Yoon)
Wanita
tua ini merupakan nenek raja dan biang keladi dari segala konflik dalam cerita.
Ia sangat berambisi untuk berkuasa di balik layar. Kekejamannya berawal setelah
ia menghalalkan segala cara agar putranya bisa naik tahta. Ia pun mengutus
pembunuh bayaran untuk menyingkirkan anak tirinya, pangeran Uiseong yang
dianggapnya telah mengancam kedudukan putranya pada masa itu. Kekejaman dan
keserakahannya tak berhenti sampai disitu. Ia bersama dengan keponakannya, Yoon
Dae Hyun, bersekongkol untuk kembali merekayasa pemilihan putri mahkota dengan
memanfaatkan cucunya sendiri.
Ia
memerintahkan Jang Nok Yeong untuk membunuh putri mahkota yang telah terpilih,
dan digantikan dengan familinya. Menggunakan ilmu hitam dan memanfaatkan putri
Min Hwa sebagai jampi-jampi. Ia menyangka bahwa Jang Nok Yeong telah berhasil
menjalankan perintahnya.
Namun, beberapa
tahun kemudian, alangkah geramnya ia setelah mengetahui bahwa Heo Yeon Wo yang
disangkanya sudah meninggal, malah masih hidup dan kini berada di bawah
lindungan Jang Nok Yeong.
Dengan
akal busuknya, ia mengancam raja agar bersedia tutup mulut dan tidak menelusuri
kasus kematian Heo Yeon Woo. Raja tak gentar malahan memerintahkannya untuk
bersedia mundur dari kekuasaan. Ia merasa murka dan berulang kali mengutuk
perbuatan cucunya itu.
Di akhir
cerita, Ibu Suri Agung meninggal dengan tragis. Ia diracun oleh orang
kepercayaannya, Yoon Dae Hyun.
-
Perdana Menteri Yoon Dae Hyun
Ia
merupakan keponakan Ibu Suri Agung. Menjadi tangan kanan salah satu anggota
penting kerajaan membuatnya merasa hina. Ia mulai membenci anggota kerajaan.
Dari dirinya pula putrinya mewarisi sifat munafik.
Setelah
putrinya berhasil dinobatkan sebagai putri mahkota dan diangkat sebagai
permaisuri, ia pun resmi menjadi mertua raja. Namun kedengkiannya pada raja
menyebabkan ia dicap sebagai rival utama. Sama halnya dengan Ibu Suri Agung, ia
pun sangat ingin berkuasa di balik layar.
Ia
sangat membenci raja yang tak pernah mau menuruti saran-sarannya. Untuk membuat
geraknya lebih leluasa, ia meracuni Ibu Suri Agung dan memimpin pemberontakan
terhadap raja. Bahkan ia sudah bersiasat untuk mengajak Yang Myung-gun
bergabung dalam pemberontakan.
Ia
merupakan tipe ayah yang kejam, terlihat dari bagaimana ia berniat
menyingkirkan putrinya sendiri jika pemberontakan itu berhasil dimenangkan oleh
pasukannya. Namun, ternyata keputusannya mengajak Yang Myung-gun benar-benar
berbuah bencana. Ia tak menyangka bahwa ia dijebak oleh dua matahari Joseon
itu. Pada akhirnya, ia tewas di tangan Yang Myung-gun di detik-detik ia mencoba
menyerang raja.
-
Alm. Raja Joseon
Muncul di awal-awal cerita sebagai ayah dari raja, Yang
Myung-gun dan putri Min Hwa. Kesetiaannya pada keluarga menyebabkan ia selalu
berusaha menutupi kejahatan yang melibatkan anggota kerajaan.
-
Hyeong Sun
Pengasuh
pribadi raja. Sosok yang sangat memahami karakter dan keadaan raja. Ia menjadi
orang yang mampu berbagi suka dan duka bersama raja. Saat raja senang maka ia
terlihat paling gembira, sebaliknya saat raja merasa sedih maka ia yang
menangis tersedu-sedu. Ia menyayangi raja layaknya putra sendiri, meskipun
begitu tak jarang pula ia membuat raja kesal karena ulah dan tingkah banyolnya.
Namun, Hyeong Sun tetap menjadi peran penting dalam perjalanan hidup raja.
-
Nyonya Heo
Ibu Heo
Yeon Woo dan Heo Yeom ini adalah sosok yang amat penyayang. Sifatnya ia warisi
pada anak-anaknya. Meskipun hanya muncul sesekali di drama, namun di awal
cerita menunjukkan bahwa buah kebaikannya di masa lalulah yang mampu
menyelamatkan putrinya dari maut. Ia pernah menyelamatkan Ah Ri yang saat itu
tengah menjadi buronan istana.
Meninggalnya
Heo Yeon Woo disusul dengan suaminya yang turut bunuh diri membuat wanita ini
benar-benar terpuruk dalam kesedihan dan frustasi.
-
Ah Ri
Meski
hanya muncul di awal-awal cerita, namun Ah Ri lah yang menjadi tonggak
penyelamat Heo Yeon Woo. Ia merupakan kekasih Uiseong yang tewas dalam
pembunuhan keji yang didalangi oleh Ibu Suri Agung. Ia difitnah telah melakukan
percobaan pemberontakan.
Ia dan
Jang Nok Yeong merupakan kandidat shaman terkuat pada masa itu. Sebelum
kematiannya, ia berpesan pada sahabatnya itu agar melindungi putri dari wanita
yang pernah menyelamatkan hidupnya.
-
Ibu Suri
Ibu dari
raja dan putri Min Hwa ini merupakan sosok yang ramah dan penuh keanggunan. Ia
banyak menyumbang saran bagi putra-putrinya. Ia juga tak pernah merasa cemburu
pada sosok anak tirinya, Yang Myung-gun, berbeda dengan mertuanya. Tak banyak
ia terlibat dalam konflik, namun kehadirannya menjadi keutamaan tersendiri.
-
Selir Park (Ibu Yang Myung-gun)
Meskipun
putranya berpotensi merampas tahta raja, namun selir baik hati ini tak silau
kekuasaan, harta maupun kedudukan (jadi ingat Dong Yi, ya?). Hubungannya dengan
permaisuri pada saat itu pun berjalan baik. Setelah raja terdahulu wafat, ia
memilih mengasingkan diri dari istana dan menjalani hidup dalam kesederhanaan
ssebagai seorang biksu. Sifatnya inilah yang diwariskan pada putranya.
Ia senantiasa
mempercayai segala keputusan putranya, karena ia yakin akan kesetiaan Yang
Myung-gun pada raja.
Nah sekarang ayo kita karaokean...
Nah sekarang ayo kita karaokean...




