Date and Time

Selasa, 28 Januari 2014

Inilah caraku mengisi liburan~

Sebulan liburan di rumah itu rasanya lumayan bosen juga ya ? Hahaha
Tapi untungnya selama sebulan ini ada banyak hal-hal seru yang terjadi.
Minggu pertama.... flat
Minggu kedua.... jalan-jalan ke bogor
Minggu ketiga.... ke kampus konsultasi akademik
Minggu keempat.... gathering bareng komunitas anime
Dan hari-hari selanjutnya aku habiskan dengan menonton film di laptop..
Oh ya, aku mau review beberapa film yang membuatku sangat terkesan selama liburan panjangku ini. Berikut sedikit reviewnya..

1.      Confession



Ini sih tipenya dorama, alias movie asal Jepun, hihi. Aku suka temanya yang horor dan psycho. Awalnya sih aku pikir ini film apaan sih flat banget, gak jelas. Eh ternyata mantep banget twist ending-nya. Cocok banget buat menyadarkan remaja-remaja akan pentingnya makna kehidupan, dan jangan coba-coba bermain dengan nyawa, atau kau akan menanggung balasan seumur hidup. Hihihi.

Cerita ini berawal dari pengakuan seorang guru yang putrinya tewas dalam kecelakaan yang ganjil. Di dalam kelas yang penuh kerusuhan karena tak satu pun murid yang mendengarkannya, ia terus saja mengungkapkan misteri kematian putrinya yang ternyata melibatkan dua orang murid di dalam kelas tersebut. Diakhiri dengan hukuman yang mengejutkan bagi kedua pembunuh tersebut lalu ia pun mengundurkan diri sambil mengucapkan salam perpisahan kepada murid-muridnya.

Cerita berlanjut dengan mengisahkan bagaimana kehidupan kedua murid tersebut setelahnya. Tekanan dan sindiran kerap mereka dapatkan dari teman-temannya. Bahkan, salah satu diantaranya nyaris menjadi gila akibat hukuman yang diberikan oleh guru tersebut. Penasaran hukuman seperti apa yang mereka dapatkan dan bagaimana kehidupan mereka setelahnya ? Pokoknya keren banget deh. Hehe.

2.      Natsume Yuujinchou



Ini adalah anime series yang bener-bener menghanyutkan. Alur ceritanya itu loh, lembut menyentuh hati. Ah~
Padahal sebenarnya ini adalah anime yang mengisahkan tentang youkai, sebutan untuk siluman/makhluk halus dalam bahasa Jepang.
Kalau bercerita tentang youkai, pastinya yang terbayang adalah Gegege no Kitaro, Inuyasha, Gakkou no Kaidan, dan..... Nube !
Seram ya. Tapi, uniknya di Natsume Yuujinchou ini, sudut pandang pengarangnya netral tidak memihak manusia ataupun youkai. Jadi, tiap episodenya kita terhanyut dalam kisah-kisah mengharukan dan sisi menakutkan yang dimiliki youkai.

Cerita berawal dari seorang pemuda bernama Natsume Takashi yang mampu melihat makhluk-makhluk astral. Suatu hari ia dikejar-kejar youkai karena wajahnya yang mirip dengan neneknya. Neneknya, Natsume Reiko adalah gadis sakti yang telah mengalahkan banyak youkai di kampung tersebut dan membukukan nama-nama youkai yang berhasil dikalahkannya. Bagi yang memiliki buku ini, konon mampu mengontrol seluruh youkai yang namanya tercantum di dalamnya. Buku inilah yang diincar para youkai sehingga tak jarang membahayakan nyawa Natsume.

Suatu hari, Natsume tak sengaja melepaskan segel yang mengunci siluman serigala putih raksasa bernama Madara. Kelak, siluman ini kerap menyamar menjadi kucing gendut yang disapa Nyanko-Sensei. Natsume membuat perjanjian agar Madara bersedia menjadi pengawalnya hingga ajal menjemputnya. Sebagai gantinya, ia akan menyerahkan Yuujinchou tersebut pada siluman tersebut. Petualangan keduanya yang melibatkan konflik youkai dan manusia, telah mengajarkan banyak hal terutama mengenai nilai-nilai toleransi dan keseimbangan hidup antara dunia manusia dan dunia gaib. Nice story.

3.      Ookami Kodomo no Ame to Yuki



Ini adalah anime movie yang saaaaaaaangat mengharukan. Tiap detiknya penuh makna, bagi saya tentunya, haha. Meskipun agak dongengisasi alias sangat dongeng, ya tapi ini membuatku berharap bahwa hal seperti ini benar-benar ada di kenyataan.

Jika kalian penggemar Twilight, dan lebih menginginkan Bella bersama dengan Jacob, ya bisa jadi film inilah yang layak kalian tonton untuk mewujudkan impian kalian. Haha. Karena ini mengisahkan tentang gadis yang jatuh cinta pada manusia serigala. Mainstream ? Hei, jangan asal menebak, karena kalian takkan bisa menebak akhir ceritanya. Tiap detiknya penuh kejutan. Aku jamin. Hehe

Cerita berawal dari gadis bernama Hana yang tertarik pada seorang pria misterius di kampusnya. Hana menunjukkan kepedulian yang amat mendalam sehingga membuat pria ini jatuh hati padanya dan mengungkapkan sisi lain dirinya yang ternyata adalah manusia serigala.

Dimulailah kehidupan keduanya yang penuh kebahagiaan ditambah dengan kelahiran putra dan putrinya. Namun naas, pria serigala ini tewas saat menuruti insting berburunya dan hanyut terbawa arus sungai. Ia meninggalkan istri dan kedua anaknya.

Hampir seluruh cerita ini mengisahkan bagaimana Hana dengan segala usahanya dalam menghidupi kedua anaknya yang half-wolf itu dalam beradaptasi dengan lingkungan manusia. Alur yang sangat apik dan mengharukan, membuat saya terlena dalam kehangatan Hana dalam membesarkan putra-putrinya tersebut.
Saya sangat merekomendasikan film ini ditonton bagi teman-teman yang merindukan kisah fiksi yang penuh nilai dan makna kehidupan.


Yap yap itulah sedikit dari pengalaman baru atau tepatnya film-film baru yang saya tonton dan nikmati selama liburan ini. Entah kenapa, akhir-akhir ini saya kurang tertarik dengan drama korea. Tampaknya saat ini hatiku sedang berpihak pada Jepang.. fufufu~

Minggu, 01 Desember 2013

The Moon That Embraces The Sun

Annyoeng, chingudeul…!
Hmm, kali ini saya mau bahas drama fenomenal di tahun 2012,
Nah ini dia..
Pastinya banyak yang udah tau atau paling nggak chingudeul pernah dengar nama judul drama korea satu ini kan… ?
Yap, benar banget..
Inilah dia “THE MOON THAT EMBRACES THE SUN/THE MOON EMBRACING THE SUN”.
Drama kolosal korea yang menggemparkan sepanjang tahun 2012, tak hanya di negeri asalnya saja (korea) melainkan hampir di seluruh belahan Asia bahkan merambah ke Eropa. Mengangkat tema percintaan dan intrik istana di era dinasti Joseon (angkatan Dong Yi gitu, deh…)
Tapi chingu, banyak hal yang menarik dari drama kolosal ini jika dibandingkan dengan drama kolosal pendahulunya, mau tau kan apa aja sih yang bikin drama ini bisa mendapatkan rating tertinggi…? Hoho simak aja yuk, ini dia…

1.       Pemeran utama yang menarik;

Udah jelas dong ya, namanya aja drama pasti chingu pengen menghayati alur dramanya kan, kalo gitu pasti dong kita nggak pengen merasa bosan melihat para pemainnya. Nah salah satu poin utamanya pasti penampilan fisik si pemeran utamanya. Tak sedikit drama yang isi ceritanya tak jelas namun dihiasi dengan para pemeran yang “segar-segar” dan memanjakan mata malah membuat drama itu begitu diminati penonton. Nah, kalau TMTETS ini, selain para pemeran utamanya beken-beken turut pula ditunjang dengan kepiawan berakting mereka. Nilai plus lagi karena kemiripan fisik antara pemain yang memerankan karakter teen dengan karakter adult. Siapa aja mereka? Yuk kita simak...

-          Lee Hwon- adult (Raja Joseon)


Diperankan oleh Kim Soo Hyun yang terkenal berkat drama pendahulunya, “Dream High season 1” memerankan sosok innocent Song Sam Dong si anak desa dengan bakat terpendam, membuat aktor tampan dan multitalent ini berhasil mengibarkan sayapnya dan kini ia menantang diri mencoba untuk memerankan tokoh seorang Raja muda yang tampan, penyayang, cerdas dan pemberani. Lee Hwon sebagai Matahari Joseon dihantui oleh rasa penyesalan karena kehilangan cinta pertama akibat perbuatan licik dan keji dari orang-orang terdekatnya di istana demi kepentingan politik. Itulah yang menjadi penyebab ia sering jatuh sakit, bukan sakit fisik melainkan sakit hati.
Meskipun ia hidup di istana dengan dipenuhi gadis-gadis perawan bak bunga segar yang bisa dipetik kapan pun ia mau, namun justru memperkokoh tekadnya untuk mempertahankan kesuciannya meskipun ia kini sudah memiliki permaisuri di sisinya. Semua itu ia lakukan hanya demi ketulusan cintanya pada gadis yang ia sadari sudah takkan pernah bisa ia temui lagi di dunia. Namun, pertemuannya dengan seorang Shaman/Dukun wanita yang ia namakan Wol (bulan), membuatnya terkenang akan gadis pujaannya itu. Kemiripan diantara keduanya tak bisa ia pungkiri dan sekali lagi hatinya tergoda pada gadis yang sama.
Berkali-kali ia berusaha meyakinkan diri namun berkali-kali juga ia terlihat berusaha menampik kenyataan itu. Setelah ia menemukan kenyataan pahit bahwa gadis Shaman itu benar-benar Putri Mahkota yang sudah meninggal 8 tahun lalu, membuatnya terpukul namun sekaligus memaksanya untuk mengungkap kejahatan di masa lalu yang melibatkan orang-orang terdekatnya.
 Pada akhir cerita, ia berhasil mengungkap kebenaran meski harus dibarengi dengan pengorbanan dari orang-orang yang disayanginya. Ibarat pepatah lama, “untuk memperoleh sesuatu kau juga harus rela kehilangan sesuatu.”

-          Lee Hwon- teen (Putra Mahkota Joseon)

Diperankan oleh Yeo Jin Goo. Putra Mahkota yang bijak, cerdas dan selalu ingin tahu. Pertemuannya dengan Heo Yeon Woo sangat mengesankan baginya sehingga ia selalu merasa penasaran dengan sosok gadis yang terus-menerus menghiasi hatinya itu. Fakta bahwa ia harus kehilangan gadis itu di saat hatinya sedang berbunga-bunga dalam penantian pernikahan mereka, membuatnya merasa terpuruk dan mulai tersadar akan adanya kekuatan tersembunyi di balik tembok istana.
Di awal cerita, tampak ia terlihat merindukan sosok kakaknya yang ia anggap sebagai panutan dalam hidupnya, meskipun ia tahu bahwa berada di dekatnya hanya akan mengancam keselamatan orang-orang yang disayanginya, termasuk kakaknya sendiri.
Di usia 15 tahun, Putra Mahkota ini berpura-pura patuh dan polos di hadapan petinggi istana namun dalam hatinya ia selalu tertekan dan siap memberontak. Semua kekesalan dan curahan hatinya tak sedikit ia tumpahkan pada penasihat pribadinya.

-          Heo Yeon Woo- adult (Shaman Wol)


Diperankan oleh Han Ga In yang dikenal berkat serial “Bad Guy”. Kali ini ia memerankan sosok gadis beruntung yang ditakdirkan menjadi Bulan diantara dua Matahari. Namun takdir itu dikotori oleh campur tangan orang-orang yang tak menginginkan dirinya mendapatkan posisi penting dalam istana. Meskipun disangka sudah meninggal, namun pada kenyataannya ia malah disembunyikan demi keselamatan dirinya dan orang-orang terdekatnya.
 Cintanya pada Lee Hwon tampaknya belum memudar sedikitpun, itu terlihat dari reaksinya yang terlihat sedih saat bertatapan dengan Raja Joseon itu. Meskipun ingatannya hilang akibat rasa ketakutan saat dirinya dikubur hidup-hidup, namun nyatanya hati dan tubuh tak bisa berbohong. Sekali lagi ia jatuh hati pada Putra Mahkota Lee Hwon yang kini telah menjadi raja tersebut.
Ia pun harus menjalani kehidupan palsu sebagai seorang Shaman/dukun. Ia juga dipaksa sekali lagi memasuki istana setelah sebelumnya ia pernah memasukinya sebagai Putri Mahkota. Namun kali ini ia masuk sebagai jimat hidup untuk menyembuhkan penyakit raja. Berada di dekat raja membuat ingatan masa lalunya perlahan-lahan muncul. Namun ia malah mengira bahwa itu adalah pertanda ia sudah berhasil menjadi seorang Shaman sejati karena ia tak menyadari bahwa itu adalah ingatannya sendiri.
Ia merasa sedih dan terpukul setelah ingatannya pulih dan menyadari bahwa memang dirinyalah gadis pujaan sang Raja yang selama ini sering disebut-sebut memiliki wajah yang serupa dengannya. Tapi ia berusaha menutupi kenyataan pahit itu demi keselamatan orang-orang terdekatnya.
Pada akhir cerita, semua penderitaannya berakhir setelah Raja berhasil mengungkap kebenaran dan menghukum mereka yang bertanggung jawab dalam usaha pembunuhan dirinya. Lalu diselenggarakanlah pernikahannya dengan Raja yang sempat tertunda selama 8 tahun yang turut disambut penuh kebahagiaan oleh seluruh penjuru negeri. Ia pun benar-benar menjadi “Bulan yang memeluk Matahari/ The Moon that embraces the sun” sesuai nama tusuk konde yang pernah dihadiahkan raja padanya.

-          Heo Yeon Woo- teen (Putri Mahkota yang dibunuh)

Diperankan oleh Kim Yoo Jung. Putri bangsawan yang meskipun masih muda, hanya berusia 13 tahun, namun sudah memiliki banyak tanggapan bijak dalam memandang kehidupan yang membuat putra mahkota Lee Hwon tertarik pada sosoknya. Bagi Lee Hwon, ia adalah satu-satunya Putri Mahkota di hatinya.
Di saat hari menjelang penobatan dirinya sebagai putri mahkota, sesuatu yang aneh malah terjadi. Mendadak ia jatuh sakit dan tak ada tabib yang mengetahui apa penyebabnya. Ia dan keluarganya pun dituduh telah melakukan percobaan untuk menipu keluarga kerajaan karena membawa orang sakit ke dalam istana, malahan dengan nekad mencalonkan sebagai putri mahkota.
Belum cukup sampai disitu, kenyataan pahit kembali menimpanya setelah ia sadar bahwa penyakitnya takkan bisa disembuhkan. Dengan ikhlas ia merelakan dirinya meninggal asalkan keluarganya bisa luput dari penderitaan. Namun di kemudian hari ia menyadari bahwa pikirannya yang seperti itu salah. Malahan keluarganya dan orang yang ia cintai semakin terpuruk dalam kesedihan dan penyesalan.

-          Yang Myung-gun adult (Pangeran, kakak Raja Lee Hwon)


Sukses memikat pemirsa berkat drama pendahulunya, “49 days” sebagai seorang scheduler/malaikat pencabut nyawa, kini Jung Il Woo ditantang untuk memerankan sosok pria yang harus kembali mengalah pada cintanya. Kali ini ia berperan sebagai Pangeran Yang Myung, putra pertama raja dengan seorang selir kerajaan. Ia adalah sosok pangeran yang mencintai kebebasan dan tak suka dikekang. Ia terkadang merasa bersyukur karena ia tak terlahir sebagai raja yang harus merasakan hidup bagai “burung dalam sangkar” layaknya adiknya. Ia pernah merasa cemburu pada adiknya saat ayahnya lebih perhatian pada adiknya ketimbang dirinya. Namun, kasih sayangnya pada adiknya lebih besar dan mengalahkan kedengkian yang ingin tumbuh di hatinya.
Meskipun ia selalu terlihat tersenyum gembira namun dalam hatinya ia sangat sedih. Ia harus kehilangan satu-satunya hal yang berharga dan ia idamkan yaitu gadis yang dicintainya yang juga merupakan gadis yang dicintai adiknya. Cinta segitiga antara dirinya, adiknya dan Heo Yeon Woo selalu membuat ia merasa tersisihkan. Karena ia sadar bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.
Munculnya sosok Shaman Wol kembali menggetarkan hatinya karena kemiripan gadis ini dengan gadis pujaannya yang sudah meninggal itu. Ia pun memantapkan diri untuk membuka hatinya setelah mendengar saran Wol padanya untuk tidak berlama-lama terpuruk dalam bayang-bayang masa lalu.
Sama halnya dengan raja, ia pun sempat bimbang antara meyakinkan diri atau malah menampik kenyataan bahwa ia merasakan adanya nafas Heo Yeon Woo pada sosok Shaman Wol.
Berkali-kali ia berkorban demi gadis pujaannya itu, karena ia meyakinkan diri bahwa gadis itu bukanlah Heo Yeon Woo. Ia pun memohon pada raja agar kali ini raja rela melepaskan Shaman Wol untuk dirinya.
Namun, lagi-lagi ia harus patah hati setelah mengetahui bahwa Shaman Wol yang kini dicintainya itu ternyata memang Heo Yeon Woo. Ia pun hanya bisa pasrah dan mengalah pada raja. Karena ia sekali lagi tak mampu membujuk gadis itu untuk memilih dirinya ketimbang raja.
Suatu ketika raja mencoba menguji kesetiaan dengan memerintahkannya untuk menebas leher raja dengan pedang yang ada di tangannya. Namun, ia tak sanggup untuk membunuh adiknya yang sudah merampas semua hal darinya itu. Ya, didikan ibunya yang baik hati benar-benar meresap dalam benaknya sehingga ia tak mampu melakukan tindakan keji terhadap raja.
Di akhir cerita, kelak Yang Myung-gun tewas bunuh diri dalam peristiwa pemberontakan yang sudah disettingnya dengan raja. Raja amat shock dan terpukul atas kematiannya dan berulang kali memerintahkannya untuk bangun dan jangan mati. Detik-detik menjelang kematiannya, Yang Myung-gun berkata bahwa, “hal yang lebih berharga dalam hidupnya bukanlah gelar, harta atau kedudukan melainkan adalah adik dan teman-temannya.”

-          Yang Myung-gun teen


Diperankan oleh Lee Min Ho (II).  Ia tak silau akan harta, gelar maupun kedudukannya sebagai pangeran. Malah ia merasa ingin membuang semua itu pada saat ia telah bersama dengan gadis pujaan hatinya yang ternyata juga merupakan gadis pujaan adiknya. Ironisnya, ternyata ia sudah lebih dulu mencintai Heo Yeon Woo. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan setelah ia tahu bahwa gadis yang dicintainya itu lebih memilih berada di sisi adiknya.
Hatinya semakin tercabik-cabik setelah gadis pujaannya itu bukannya sedang bahagia dalam istana, namun malah tewas mendadak tak berapa lama setelah terpilih sebagai putri mahkota. Ia menyesali dirinya yang belum sempat mengutarakan isi hatinya namun gadis itu keburu  meninggal. Ia menyalahkan putra mahkota karena tak berhasil melindungi gadis tersebut dan ia bertekad agar di kehidupan yang akan datang ialah yang akan melindunginya.

-           Yoon Bo Kyung-adult (Permaisuri Joseon)


Permaisuri Joseon ini sangat pandai berpura-pura. Meskipun begitu, ia tidak pernah berpura-pura mencintai raja, melainkan tulus mencintainya. Namun, raja sudah mengetahui kemunafikannya sehingga tak pernah sudi untuk membukakan pintu hati untuknya. Ditambah lagi ia merupakan putri dari Perdana Mentri Yoon yang merupakan rival sengit raja dalam pemerintahan.
Hidupnya dihantui bayang-bayang Heo Yeon Woo. Ia merasa dirinya tak bisa memikat raja adalah karena raja masih mencintai gadis yang sudah meninggal itu. Kecemburuannya itu malah membuat raja semakin muak padanya dan selalu menolak untuk mengunjungi kediamannya. Karena dihantui dosa, ia sering merasa tak tenang dan selalu ketakutan.
Suatu ketika ia merasa cemburu akan kehadiran seorang Shaman yang tiap malamnya berada di sisi raja. Ia mendengar desas-desus bahwa raja tampaknya tertarik pada gadis itu karena kemiripannya dengan Heo Yeon Woo. Sayangnya, ia malah keliru menyangka bahwa Shaman pengganti adalah Heo Yeon Woo, sehingga ia merasa sedikit tenang. Hingga akhirnya, Wol muncul di hadapannya dan semenjak itulah hidupnya kembali diselimuti ketakutan karena merasa posisinya sebagai permaisuri akan segera digantikan.
Padahal ia tahu bahwa dirinyalah  yang sebenarnya sudah merampas posisi putri mahkota yang sejak awal memang milik Heo Yeon Woo, namun ia berkali-kali menampiknya. Puncaknya ketika ia menyadari bahwa ayahnya tega berniat menyingkirkannya dari istana karena ia dianggap gagal memenangkan hati raja. Ia pun merasa terpuruk lalu memutuskan bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.  Ia  berniat mati dengan mempertahankan sosoknya sebagai seorang permaisuri. Ia pun tewas di hari yang sama dengan meninggalnya Yang Myung-gun, membuat raja semakin berduka karena kini kehilangan dua orang yang menyayangi dirinya pada hari yang sama pula. “Keserakahan membawa petaka. Jangan merampas hak orang lain” inilah yang seharusnya diajarkan Mentri Yoon pada putrinya, bukan malah memperalat putri sendiri untuk ambisi pribadi, “habis manis sepah dibuang”.

-          Yoon Bo Kyung-teen (Putri Mahkota pengganti)

Ia bersama Heo Yeon Woo merupakan kandidat kuat calon putri mahkota karena keduanya merupakan putri dari mentri yang berpengaruh pada masa itu.
Namun sayangnya, karakternya berbanding terbalik dengan rivalnya itu. Di usia muda ia sudah menunjukkan karakter bermuka dua.
Ia akan berpura-pura baik di hadapan orang banyak untuk menjaga imejnya sebagai gadis bangsawan, namun ia bisa menunjukkan sisi kejinya jika berada di kediamannya.
Yoon Bo Kyung selalu merasa takut ambisinya menjadi putri mahkota akan dirampas oleh Heo Yeon Woo, karena itulah ia tetap tutup mulut meskipun ia tahu bahwa kematian Heo Yeon Woo merupakan ulah ayahnya. Ia sadar bahwa ia takkan pernah bisa memenangkan hati putra mahkota Lee Hwon selama Heo Yeon Woo masih ada di sekitarnya.

2.       Pemeran pendukung yang berkarakter;

-          Heo Yeom-adult (Uibin/suami putri, ipar Raja)

Kakak kandung Heo Yeon Woo ini merupakan calon pilar negeri yang bakatnya terkekang setelah menikahi putri, karena adanya larangan bagi seorang Uibin untuk ikut terjun dalam politik.
Kehidupan rumah tangganya dengan putri terasa canggung karena ia masih menganggap putri seperti adiknya. Namun putri tak pernah menyerah untuk bisa mendapatkan perhatiannya.
Ia merupakan sosok yang tenang, rendah hati dan berwawasan luas. Bertiga ia bersama dengan pangeran Yang Myung-gun dan Woon merupakan sahabat dekat. Itu dikarenakan ketiganya berguru pada mentri Heo yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih pada putri yang bersedia menikah dengannya dan telah menyelamatkan keluarganya dari ancaman hukuman karena dituduh telah menipu istana dengan membawa adiknya yang sakit-sakitan sebagai calon putri mahkota.
Namun betapa terpukulnya ia setelah mengetahui bahwa ternyata istrinyalah yang ikut bertanggung jawab dalam usaha pembunuhan adiknya. Sementara ketika itu juga putri sedang mengandung anak mereka. Ia merasa bersalah pada adiknya karena kini ia berbahagia di balik kematian adiknya.
Namun seiring berjalannya waktu, pada akhirnya ia mampu memaafkan putri demi kebahagiaan anak mereka.

-          Heo Yeom-teen (Heo Munhak)


Cerdas, tampan, rendah hati dan penuh karisma, membuat sosok Heo Yeom disegani dan dicintai. Dalam usia muda, 17 tahun, ia sudah mendapatkan gelar sebagai sarjana sastra terbaik.
Karena itulah ia telah menjadi Munhak/guru pribadi Putra Mahkota ketika itu. Meskipun sebelumnya banyak rintangan yang harus ia tempuh untuk membujuk putra mahkota agar bersedia ia bimbing, itu disebabkan putra mahkota yang suka pilih-pilih dalam menyeleksi guru pribadi.
Ternyata pesona Heo Yeom muda juga dirasakan oleh sang putri, sehingga putri jatuh hati padanya dan sangat berambisi untuk menikahinya.
Setelah menerima kenyataan bahwa adiknya meninggal sesaat sebelum penobatan putri mahkota, ia menyesali diri karena tak bisa mencegah adiknya untuk menjadi pendamping putra mahkota.

-          Putri Min Hwa- adult

Putri yang selalu ceria dan bersemangat ini adalah adik bungsu raja dan pangeran  Yang Myung sekaligus menjadi istri Heo Yeom. Sikapnya yang masih kekanakan membuat suaminya menganggap ia layaknya seorang adik bukannya seorang istri. Karena itulah, ia selalu terlihat berusaha mencari perhatian suami yang amat dicintainya itu.
Namun dibalik keceriaannya ia juga menutupi rahasia tersembunyi. Ternyata ia bisa menikahi suaminya dengan menempuh jalan haram dan keji. Ia ikut terlibat dalam usaha pembunuhan Heo Yeon Woo. Ia menyadari betul bahwa perbuatannya salah namun tak pernah memiliki kekuatan dan keberanian untuk mengakui itu pada suami dan ibu mertuanya.
Sampai suatu hari, ketika ia bersama suami dan ibu mertuanya berziarah ke makam ayah mertuanya ia diberitahu bahwa ayah mertuanya tewas bunuh diri karena perasaan sedih yang berlarut-larut setelah meninggalnya Heo Yeon Woo. Ia pun semakin dihantui perasaan berdosa pada suami dan keluarga suaminya.
Puncaknya ketika raja mengetahui keterlibatannya dalam kejahatan itu. Ia pun terpaksa menanggung hukuman untuk menebus dosanya di masa lalu. Setelah melahirkan, ia langsung dicerai dan dihukum sebagai budak dan dibuang dari istana. Beberapa tahun setelah hukumannya, ia kembali namun tak tahu kemana harus menuju, diam-diam ia menguntit suaminya dan mengintip dari kejauhan, tanpa sengaja kehadirannya di ketahui oleh suami dan anaknya yang sudah balita. Dengan berat hati ia pergi namun tiba-tiba saja suaminya memeluknya dari belakang dan membuat ia menangis tersedu-sedu. Cukup menjelaskan bahwa ia telah dimaafkan dan kembali diterima oleh suaminya.

-          Putri Min Hwa-teen


Kepolosan dan keceriaan putri menjadi hiburan tersendiri dalam kisah ini. Sikapnya yang periang dan cengeng membuat ia dimanja oleh keluarga besar istana. Dalam usia muda ia sudah menentukan pendamping hidupnya kelak yaitu Heo Yeom yang ketika itu menjadi pengajar putra mahkota.
Namun ia harus menerima kenyataan pahit bahwa permintaannya untuk menikah dengan sarjana tampan itu kandas di tengah jalan karena raja menolak mentah-mentah permintaannya dengan alasan bahwa kelak Heo Yeom berpotensi menjadi pilar negeri. Jika menikah dengan putri maka sama saja dengan mematahkan sayap Heo Yeom.
Ia merasa sakit hati dan ngambek. Ia mulai merasa iri hati pada Heo Yeon Woo yang bisa menjadi putri mahkota dan mendapatkan apa yang diinginkan sementara ia tidak. Dalam kegalauannya, tanpa pikir panjang ia memohon pada ibu suri untuk bersedia membantunya agar bisa menikahi Heo Yeom.
Ia pun dimanfaatkan ibu suri sekaligus dijadikan kambing hitam atas usaha pembunuhan Heo Yeon Woo. Tanpa ia sadari ternyata ambisi naifnya membuahkan bencana. Ia tak pernah menyangka bahwa buah kebenciannya pada Heo Yeon Woo telah menjadi kunci maut bagi Heo Yeon Woo.
Dalam ketakutan, ia hanya bisa menutup mulut sesuai pesan ayahnya agar kejahatannya tidak terbongkar.

-           Woon- adult


Sosok pengawal pribadi raja yang dingin tanpa ekspresi, ibarat robot yang patuh pada perintah tuannya. Ia sering menemani raja untuk berkeliling. Dibalik sosoknya yang misterius, ternyata ia memiliki kelemahan yang diketahui oleh raja. Ia tak mahir berbohong. Meskipun jarang menunjukkan emosinya sendiri kala ia senang ataupun sedih namun tampaknya ia malah menunjukkan kepeduliannya ketika melihat orang-orang disekitarnya merasa sedih ataupun senang. Diam-diam ia tak tega melihat sahabatnya, pangeran Yang Myung-gun yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun tak jarang pula ia turut senang saat melihat ekspresi raja yang sedang berbunga-bunga.
Saat mengunjungi kediaman Yang Myung-gun ia sering ditanya, “kau datang membawa perintah raja atau kau datang sebagai seorang sahabat?”
Dalam kisah ini, diperlihatkan bahwa Woon memang berniat tak ingin menunjukkan emosinya kepada orang lain. Ia juga menyadari kemiripan antara Shaman Wol dengan Heo Yeon Woo, namun ia hanya berdiam diri.
Suatu malam setelah meninggalnya Pangeran Yang Myung, ia membayangkan kehadiran Yang Myung-gun yang sedang tersenyum dan berbincang sejenak di hadapannya. Ini menunjukkan bahwa Woon juga turut merasa sedih karena kehilangan sahabat lamanya itu.

-          Woon-teen


Pada usia muda, ia sudah mendapat gelar sarjana militer terbaik membuatnya disegani teman-temannya. Ditambah dengan ekspresi dinginnya yang tak menunjukkan keinginan untuk bersahabat. Wajah tampannya adalah warisan dari ibunya yang seorang gisaeng dan kecerdasannya dalam berpedang ia peroleh dari ayahnya. Namun,  ia dilarang berpolitik karena merupakan putra tidak sah.
Meskipun jarang kita saksikan ia menunjukkan senyum tampannya, namun aslinya Woon ini adalah sosok yang peduli pada teman-temannya.
Disaat putra mahkota tak lagi menemukan orang yang bisa ia andalkan di istana, Woonlah yang menjadi harapannya.

-          Seol-adult

Ia merupakan budak yang bertugas melayani Heo Yeon Woo semasa dulu. Namun kasih sayang dari Heo Yeon Woo yang dulu sering diterimanya, membuat ia merasa berhutang budi. Pada mulanya gadis ini menyamar dengan berpakaian seperti laki-laki namun setelah ingatan Heo Yeon Woo pulih, ia mengubah penampilannya menjadi gadis tulen sekaligus mengembalikan perannya sebagai pelayan. Kelihaiannya bermain pedang ia dapatkan saat dulu menjadi pelayan keluarga Heo, diam-diam ia sering mengintip Woon dan Heo Yeom sedang berlatih pedang. Pada akhirnya keahliannya itu ia manfaatkan untuk menjaga dan melindungi Agassi/nona kesayangannya. Ia bersama Jang Nok Yeong dan Jang Shil bahu membahu melindungi gadis yang dijuluki “bulan tersembunyi” itu.
Setelah diberitahu kenyataan yang sebenarnya oleh Jang Nok Yeong, Ia selalu merasa sedih tiap kali melihat keadaan Agassi-nya yang hidup dalam kepalsuan, ditambah lagi dengan keadaan keluarga Agassi-nya yang memprihatinkan, karena kini mantan tuan mudanya itu menikah dengan gadis yang terlibat dalam pembunuhan Agassi-nya. Diam-diam tampaknya Seol menyimpan perasaan pada Heo Yeom.
Di akhir cerita, Seol tewas sesaat setelah mencoba melindungi Heo Yeom dari para pembunuh bayaran. Sebenarnya Yeomlah yang menamakannya Seol. Sebelumnya Jang Shil pernah meramalkan, “Salju (Seol) tak boleh terlalu berdekatan dengan percikan api (Yeom) karena bisa meleleh.”
Berita kematian Seol membuat Heo Yeon Woo sangat berduka karena kehilangan sahabat terdekatnya ini.

-          Seol-teen


Gadis ini senantiasa mengikuti Heo Yeon Woo dengan setia. Ia juga selalu merasa beruntung karena mendapatkan nona yang telah memperlakukannya dengan sangat baik bahkan rela membelanya di hadapan orang banyak, di saat orang lain hanya bisa memperlakukannya seperti binatang yang bisa diapakan saja. Ia sangat menyayangi Heo Yeon Woo dan juga Heo Yeom.
Disaat penyakit Heo Yeon Woo bertambah parah,  ia memohon agar tidak dijual kepada keluarga lain karena ia tak ingin berpisah dari agassinya itu. Sebelumnya Heo Yeom juga memberinya amanah padanya untuk senantiasa menjaga dan melindungi Heo Yeon Woo disaat dirinya tak disamping adiknya. Ia senantiasa berusaha menepati janjinya pada tuan mudanya itu.
Suatu malam setelah pemakaman Heo Yeon Woo, ia datang membawa bunga menuju makam agassinya untuk memberi penghormatan terakhir.  Tubuhnya dipenuhi luka dan tampak tak terawat, menandakan bahwa ia tak diperlakukan dengan baik oleh pemilik barunya dan sepertinya ia kabur dari sana.
Pada saat yang sama, Jang Nok Yeong bersama dengan seorang pria sedang mencoba menggali kuburan agassinya, ia tampak heran dan kesal menatap ke arah Jang Nok Yeong. Namun setelah itu ia diberitahu bahwa agassinya masih hidup, yang membuatnya bahagia. Namun ia tak menyangka bahwa agassinya menjadi lupa ingatan akan masa lalunya. Pada saat yang sama ia pun bertekad untuk menjaga dan melindungi agassinya itu.

-          Jang Shil-adult

Peramal muda yang merupakan murid didikan Jang Nok Yeong. Karakternya yang suka keceplosan membuatnya sering dianggap sebagai biang masalah. Ia sangat menyayangi Seol layaknya kakaknya sendiri. Ia pun sangat  menghormati Jang Nok Yeong yang ia anggap layaknya ibu kandung. Kelihatannya ia lah yang akan menjadi penerus Jang Nok Yeong dilihat dari kemampuannya dalam meramal yang memang diakui oleh Jang Nok Yeong.
Ia juga sangat mengagumi sosok Yang Myung-gun yang pernah menyelamatkannya semasa kecil. Ketika ia bertemu kembali dengan Yang Myung-gun, ia bertekad untuk mempertemukannya dengan Heo Yeon Woo. Ulahnya ini membuat Jang Nok Yeong marah besar dan ia pun diusir. Namun, tetap saja ia kembali dimaafkan karena Jang Nok Yeong  merasa tak tega padanya.

-          Jang Shil-teen

Gadis kecil yatim piatu ini dulu hidup dalam kesengsaraan. Kemampuannya meramal dimanfaatkan para penipu untuk meraup uang di bisnis haram. Ia diperalat sebagai dukun cilik sakti yang buta dan mampu menyembuhkan segala penyakit. Namun akhirnya ia diselamatkan oleh Yang Myung-gun dan dirawat oleh Jang Nok Yeong yang diam-diam menyadari kesaktian gadis ini.

-          Jang Nok Yeong
 

Kepala Shaman yang diperintahkan Ibu Suri Agung untuk membunuh Heo Yeon Woo menggunakan ilmu hitam. Ia dianggap sakti karena mampu menyingkirkan Heo Yeon Woo sekaligus menjadi orang kepercayaan Ibu Suri Agung.
Pada kenyataannya ia tak membunuh Heo Yeon Woo dikarenakan amanah dari mendiang sahabatnya supaya ia melindungi gadis ini. Ironisnya, justru ia sendiri yang membunuh sekaligus kembali menghidupkan gadis tersebut.
Dengan alasan untuk memulihkan kesaktiannya, ia memohon izin pada Ibu Suri Agung untuk diperkenankan meninggalkan istana.  Namun, ia menggunakan kesempatan itu untuk menyelamatkan Heo Yeon Woo dari kematian palsu. Ternyata obat yang diberikannya berguna untuk membuat gadis itu seakan meninggal sesaat.
Ia juga tampak serius mencemaskan keselamatan Heo Yeon Woo, terbukti dari segala usahanya untuk menghindarkan gadis itu dari hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan. Bahkan ia pun berpesan pada Seol dan Jang Shil untuk tidak memberitahukan kebenaran pada Heo Yeon Woo, karena pada akhirnya hanya akan menimbulkan kekacauan dan pertumpahan  darah.
Namun takdir berkata lain, sekeras apapun upayanya menyembunyikannya, tetap saja takdir membukakan jalan bagi Heo Yeon Woo untuk kembali masuk ke dalam istana, bahkan langsung menuju kediaman raja. Tentu saja ini membuat Jang Nok Yeong cemas. Namun dengan segala cara ia kembali berusaha mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
Suatu ketika raja mulai mencurigai bahwa Shaman Wol benar-benar Heo Yeon Woo. Raja mencoba memastikannya langsung dengan bertanya padanya. Ia tak mampu berkomentar banyak dan hanya terdiam menunduk menanggapi pertanyaan raja, sehingga membuat raja mengambil kesimpulan yang pahit dan menyakitkan.
Pada akhir cerita, beberapa hari setelah peristiwa pemberontakan yang menumpahkan banyak korban, diperlihatkan  Jang Nok Yeong tengah menari-nari untuk sebuah upacara menenangkan arwah para korban. Secara mendadak, tubuhnya tersungkur dan ia pun meninggal pada saat itu juga.

-          Ibu Suri Agung (bermarga Yoon)

Wanita tua ini merupakan nenek raja dan biang keladi dari segala konflik dalam cerita. Ia sangat berambisi untuk berkuasa di balik layar. Kekejamannya berawal setelah ia menghalalkan segala cara agar putranya bisa naik tahta. Ia pun mengutus pembunuh bayaran untuk menyingkirkan anak tirinya, pangeran Uiseong yang dianggapnya telah mengancam kedudukan putranya pada masa itu. Kekejaman dan keserakahannya tak berhenti sampai disitu. Ia bersama dengan keponakannya, Yoon Dae Hyun, bersekongkol untuk kembali merekayasa pemilihan putri mahkota dengan memanfaatkan cucunya sendiri.
Ia memerintahkan Jang Nok Yeong untuk membunuh putri mahkota yang telah terpilih, dan digantikan dengan familinya. Menggunakan ilmu hitam dan memanfaatkan putri Min Hwa sebagai jampi-jampi. Ia menyangka bahwa Jang Nok Yeong telah berhasil menjalankan perintahnya.
Namun, beberapa tahun kemudian, alangkah geramnya ia setelah mengetahui bahwa Heo Yeon Wo yang disangkanya sudah meninggal, malah masih hidup dan kini berada di bawah lindungan Jang Nok Yeong.
Dengan akal busuknya, ia mengancam raja agar bersedia tutup mulut dan tidak menelusuri kasus kematian Heo Yeon Woo. Raja tak gentar malahan memerintahkannya untuk bersedia mundur dari kekuasaan. Ia merasa murka dan berulang kali mengutuk perbuatan cucunya itu.
Di akhir cerita, Ibu Suri Agung meninggal dengan tragis. Ia diracun oleh orang kepercayaannya, Yoon Dae Hyun.

-          Perdana Menteri Yoon Dae Hyun
 

Ia merupakan keponakan Ibu Suri Agung. Menjadi tangan kanan salah satu anggota penting kerajaan membuatnya merasa hina. Ia mulai membenci anggota kerajaan. Dari dirinya pula putrinya mewarisi sifat munafik.
Setelah putrinya berhasil dinobatkan sebagai putri mahkota dan diangkat sebagai permaisuri, ia pun resmi menjadi mertua raja. Namun kedengkiannya pada raja menyebabkan ia dicap sebagai rival utama. Sama halnya dengan Ibu Suri Agung, ia pun sangat ingin berkuasa di balik layar.
Ia sangat membenci raja yang tak pernah mau menuruti saran-sarannya. Untuk membuat geraknya lebih leluasa, ia meracuni Ibu Suri Agung dan memimpin pemberontakan terhadap raja. Bahkan ia sudah bersiasat untuk mengajak Yang Myung-gun bergabung dalam pemberontakan.
Ia merupakan tipe ayah yang kejam, terlihat dari bagaimana ia berniat menyingkirkan putrinya sendiri jika pemberontakan itu berhasil dimenangkan oleh pasukannya. Namun, ternyata keputusannya mengajak Yang Myung-gun benar-benar berbuah bencana. Ia tak menyangka bahwa ia dijebak oleh dua matahari Joseon itu. Pada akhirnya, ia tewas di tangan Yang Myung-gun di detik-detik ia mencoba menyerang raja.

-          Alm. Raja Joseon

Muncul di awal-awal cerita sebagai ayah dari raja, Yang Myung-gun dan putri Min Hwa. Kesetiaannya pada keluarga menyebabkan ia selalu berusaha menutupi kejahatan yang melibatkan anggota kerajaan.

-          Hyeong Sun

Pengasuh pribadi raja. Sosok yang sangat memahami karakter dan keadaan raja. Ia menjadi orang yang mampu berbagi suka dan duka bersama raja. Saat raja senang maka ia terlihat paling gembira, sebaliknya saat raja merasa sedih maka ia yang menangis tersedu-sedu. Ia menyayangi raja layaknya putra sendiri, meskipun begitu tak jarang pula ia membuat raja kesal karena ulah dan tingkah banyolnya. Namun, Hyeong Sun tetap menjadi peran penting dalam perjalanan hidup raja.

-          Nyonya Heo

Ibu Heo Yeon Woo dan Heo Yeom ini adalah sosok yang amat penyayang. Sifatnya ia warisi pada anak-anaknya. Meskipun hanya muncul sesekali di drama, namun di awal cerita menunjukkan bahwa buah kebaikannya di masa lalulah yang mampu menyelamatkan putrinya dari maut. Ia pernah menyelamatkan Ah Ri yang saat itu tengah menjadi buronan istana.
Meninggalnya Heo Yeon Woo disusul dengan suaminya yang turut bunuh diri membuat wanita ini benar-benar terpuruk dalam kesedihan dan frustasi.

-          Ah Ri

Meski hanya muncul di awal-awal cerita, namun Ah Ri lah yang menjadi tonggak penyelamat Heo Yeon Woo. Ia merupakan kekasih Uiseong yang tewas dalam pembunuhan keji yang didalangi oleh Ibu Suri Agung. Ia difitnah telah melakukan percobaan pemberontakan.
Ia dan Jang Nok Yeong merupakan kandidat shaman terkuat pada masa itu. Sebelum kematiannya, ia berpesan pada sahabatnya itu agar melindungi putri dari wanita yang pernah menyelamatkan hidupnya.

-          Ibu Suri


Ibu dari raja dan putri Min Hwa ini merupakan sosok yang ramah dan penuh keanggunan. Ia banyak menyumbang saran bagi putra-putrinya. Ia juga tak pernah merasa cemburu pada sosok anak tirinya, Yang Myung-gun, berbeda dengan mertuanya. Tak banyak ia terlibat dalam konflik, namun kehadirannya menjadi keutamaan tersendiri.

-          Selir Park (Ibu Yang Myung-gun)

Meskipun putranya berpotensi merampas tahta raja, namun selir baik hati ini tak silau kekuasaan, harta maupun kedudukan (jadi ingat Dong Yi, ya?). Hubungannya dengan permaisuri pada saat itu pun berjalan baik. Setelah raja terdahulu wafat, ia memilih mengasingkan diri dari istana dan menjalani hidup dalam kesederhanaan ssebagai seorang biksu. Sifatnya inilah yang diwariskan pada putranya.

Ia senantiasa mempercayai segala keputusan putranya, karena ia yakin akan kesetiaan Yang Myung-gun pada raja.



Nah sekarang ayo kita karaokean...